ACEH SELATAN, Cakrawarta – Suara penolakan warga Kecamatan Samadua terhadap rencana eksplorasi pertambangan semakin melantang. Kekecewaan kini tertuju pada sikap Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan yang dinilai belum berpihak sepenuhnya kepada aspirasi masyarakat, setelah lembaga legislatif itu disebut hanya mengeluarkan rekomendasi agar perusahaan melakukan sosialisasi.
Warga serta kelompok masyarakat sipil menilai, rekomendasi yang terbatas pada sosialisasi tersebut sama sekali belum menyentuh persoalan mendasar yang selama ini menjadi kekhawatiran bersama: dampak kerusakan lingkungan, keselamatan warga, hingga terancamnya kelestarian sumber air yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari.
Adapun ketidakpuasan itu disuarakan tegas oleh Koalisi dan Relawan Peduli Lingkungan (KRPL) serta berbagai elemen masyarakat Samadua. Mereka meminta DPRK Aceh Selatan tidak berhenti sekadar pada anjuran sosialisasi, melainkan berani mengambil sikap politik yang jelas dan tegas terkait keberadaan serta rencana kegiatan PT Mineral Mega Sentosa (PT MMS) dan PT Bersama Sukses Mining (PT BSM) di wilayah mereka.
Radius, tokoh Diaspora Samadua, menyampaikan bahwa rekomendasi DPRK yang sebatas meminta perusahaan menyosialisasikan rencananya justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Pernyataan dan rekomendasi DPRK yang sekadar meminta perusahaan bersosialisasi itu mengambang dan sangat berbahaya,” tegas Radius dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).
Ia menegaskan, masyarakat Samadua sama sekali tidak membutuhkan paparan teknis pertambangan melalui sosialisasi. Pasalnya, sikap penolakan warga terhadap kehadiran aktivitas tambang di wilayah mereka sudah bulat dan tidak perlu diperdebatkan kembali.|red|












