BANDA ACEH, Cakrawarta – Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas SH MH, berhasil meraih penghargaan SMSI Aceh Award 2026 dalam kategori “Tokoh Penggerak Ekonomi Daerah melalui Sektor UMKM dan Industri Kreatif.” Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, didampingi Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, dalam Malam Anugerah SMSI Aceh Award 2026 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026) malam.
Fadhil menjadi salah satu dari 20 tokoh dan institusi penerima penghargaan malam itu, yang berasal dari beragam sektor — pemerintahan, legislatif, penegakan hukum, perbankan, dunia usaha, energi, sosial kemasyarakatan, hingga lingkungan dan kemanusiaan.
Adapun penghargaan ini tak lepas dari kiprah Bank Aceh Syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Fadhil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak penyelenggara. “Penghargaan ini bukan semata-mata apresiasi kepada saya pribadi, melainkan milik seluruh jajaran dan insan Bank Aceh Syariah yang senantiasa bekerja melayani masyarakat,” ujarnya.
Baginya, keberadaan Bank Aceh Syariah tidak sekadar soal aktivitas perbankan dan pembiayaan, melainkan juga tanggung jawab untuk memperkuat perekonomian masyarakat Aceh.
Hingga Juni 2026, Bank Aceh Syariah telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,94 triliun kepada 26.983 pelaku UMKM di seluruh Aceh sejak 2022. Dana tersebut digunakan untuk modal kerja, investasi, pengadaan sarana produksi, hingga pengembangan kapasitas usaha.
Penyaluran KUR itu merupakan wujud nyata komitmen bank dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah. “Kami berharap pembiayaan ini mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Aceh,” kata Fadhil.
Pembiayaan tersebut menjangkau berbagai sektor strategis: perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, kerajinan, jasa, hingga pariwisata. Bank juga kembali ditunjuk sebagai salah satu penyalur KUR Syariah dengan kuota Rp1,5 triliun pada tahun 2026. Hingga akhir 2025, realisasi KUR Syariah telah mencapai Rp2,56 triliun bagi 23.853 pelaku usaha.
Pada 2026, strategi penyaluran diarahkan semakin inklusif, memperluas jangkauan hingga ke pelosok desa dan memprioritaskan sektor produksi yang bernilai tambah tinggi.
Bukan Sekadar Modal, tetapi Pendampingan
Fadhil menegaskan dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian modal. Bank Aceh Syariah juga menyediakan pendampingan agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan. “Banyak pelaku usaha menghadapi kendala manajemen, pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga digitalisasi. Oleh karena itu, pembiayaan harus disertai peningkatan kapasitas agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas,” tegasnya.
Sektor kerajinan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, kuliner, pariwisata, dan berbagai usaha berbasis potensi lokal Aceh diharapkan semakin tumbuh dan berkembang berkat akses permodalan dan pendampingan yang inklusif.|red|












