Daerah  

Pertama Kalinya, Pesantren Al Zahrah Gelar Malam Apresiasi: Rayakan Prestasi Santri Hingga Tingkat Nasional

BIREUEN, Cakrawarta– Suasana di Aula Pesantren Modern Al Zahrah berubah total pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Pencahayaan diredupkan, barisan kursi dipadati undangan, wali santri, para guru, dan seluruh penghuni pesantren. Di sisi depan panggung, sederetan piala dan plakat akrilik tertata rapi, tertulis nama-nama mereka yang telah mencatatkan nama dalam lembar prestasi.

Malam itu menjadi sejarah baru bagi lembaga pendidikan ini. Untuk pertama kalinya, Pesantren Modern Al Zahrah menyelenggarakan Al Zahrah Awards – puncak perayaan setahun penuh perjuangan dan semangat belajar para santri maupun pendidik.

Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB dibuka dengan tarian penyambutan khas daerah, Ranup Lampuan, yang dibawakan santri putri kelas 2 KMI untuk menyambut para tamu kehormatan. Rangkaian acara kemudian diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sulhan Ariska, dan dipandu luwes oleh dua pembawa acara, Intan Aliya Yuskar serta Nanda Rezeki.

Penghargaan Bukan Sekadar Formalitas

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menegaskan penganugerahan ini jauh dari sekadar seremoni biasa.

“Al Zahrah Awards adalah bentuk nyata apresiasi sekaligus upaya kami menjaga semangat juang para santri dalam belajar, serta berkompetisi baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun ajaran ini, banyak prestasi gemilang yang ditorehkan santri dan guru, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Bagi kami, angka di atas kertas tak boleh berhenti di situ saja. Prestasi itu pantas dikenang, dirayakan, lalu dijadikan landasan untuk melangkah lebih jauh. Maka dari itu, kami hadir di sini untuk menghargai setiap pihak yang telah mengharumkan nama pesantren,” tegas Tgk. Fadhil.

Senada disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah. Menurutnya, penghargaan memiliki makna mendalam bagi pengembangan diri.

“Apresiasi adalah bentuk penghormatan atas hasil kerja keras yang telah dicapai. Paling tidak, kita pun bisa menghargai diri sendiri melalui hal-hal sederhana seperti ini,” ucap Zamzami. Ia menilai kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan kualitas diri santri serta pendidik.

Prestasi dari Kabupaten Hingga Nasional

Satu per satu nama dipanggil naik ke panggung malam itu. Penghargaan diserahkan kepada santri dan guru yang menorehkan prestasi gemilang selama tahun ajaran 2025/2026, mencakup bidang literasi, olahraga, seni, sains, bahasa, hingga kemampuan berbicara di depan umum – yang dicapai mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai ke kancah nasional.

Suasana makin meriah saat penghargaan diserahkan kepada 44 santri peraih peringkat terbaik di kelas, 12 santri berprestasi dalam hafalan mufradat, 8 kelompok juara la’bu sighar, 7 kelompok juara ketangkasan baris-berbaris, serta 19 santri yang membawa nama pesantren juara di ajang luar lingkungan sekolah.

Tak hanya santri, 11 nama guru pun naik ke panggung menerima plakat penghargaan. Bagi pihak pesantren, para pengajar bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan penggerak utama dan teladan bagi seluruh santri. Kesebelas guru penerima penghargaan tersebut adalah: Jumiati, S.Pd; Zuhera, S.Pd; Fitri Gustika, S.Pd; Faizah, S.Pd; Nani Andriani, S.Pd; Juarnida, S.Pd; Rauzatul Jannah, S.Pd; Munawar, S.Pd; Raudhatul Jannah, S.Pd; Nuramalia Jafar, S.Pd; dan Ikhwan Ramadhana, M.Ag.

Beasiswa Khusus untuk Juara Umum

Sebagai bentuk dorongan lebih lanjut, pesantren juga memberikan penghargaan khusus beserta beasiswa kepada dua santri dengan nilai rata-rata tertinggi pada semester kedua. Mereka adalah Muhammad Luthfi dengan nilai rata-rata 8,53 dan Aufaturrima yang meraih nilai rata-rata 8,29. Keduanya berhak mendapatkan pembebasan iuran bulanan selama tiga bulan ke depan.

Acara berlangsung hangat hingga menjelang dini hari. Turut hadir menyaksikan momen bahagia ini Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Anwar, S.Ag., M.A.P., Anggota DPRK Bireuen Sufyannur, S.E., Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Munawar, SKM., M.Kes., para orang tua santri, serta seluruh jajaran majelis guru.

Di penghujung acara, piala dan plakat diangkut pulang oleh para penerimanya – menjadi bukti nyata bahwa cita-cita, kerja keras, dan prestasi adalah buah dari proses panjang, dan bukanlah kebetulan semata.[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *