BANDA ACEH, Cakrawarta – Dinas Sosial Aceh tengah memperkuat gerakan sosial serta sejumlah program unggulan guna memperluas perlindungan dan pelayanan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Panglima Milenial (PM).
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., mendorong upaya tersebut melalui enam program prioritas yang menyasar akses perlindungan sosial, penyaluran bantuan, kesiapsiagaan bencana, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum Panglima Milenial, Teuku Musliadi, S.Pd.I., menyambut baik langkah tersebut dan menilainya sejalan dengan visi organisasi dalam membangun kepedulian sosial serta semangat gotong royong.
“Kami menyambut baik gerakan sosial yang digagas Bapak Budi Afrizal. Ada kesamaan visi, terutama dalam membangun kepedulian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Teuku Musliadi di Banda Aceh.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pekerja sosial, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers menjadi kunci agar jangkauan pelayanan semakin luas dan tepat sasaran.
Enam Program Prioritas Dinas Sosial Aceh
Sejumlah program yang digalakkan meliputi:
- Gerakan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memudahkan akses layanan sosial dan digital bagi masyarakat;
- Sosialisasi Bantuan Sosial Non-Tunai (BST) guna memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital;
- Penguatan logistik dan cadangan pangan bencana untuk mendukung kesiapsiagaan di 23 kabupaten/kota se-Aceh;
- Bantuan produktif dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas demi kemandirian ekonomi;
- Peningkatan kualitas pelayanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) rehabilitasi sosial dan panti sosial;
- Sinergi program pemberdayaan serta Sekolah Rakyat untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Selain itu, Dinas Sosial Aceh juga membuka ruang partisipasi masyarakat, perguruan tinggi, dan lembaga sosial guna memastikan program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Peran Strategis Pers dan Relawan
Pihaknya menilai pers berperan penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, sementara relawan serta pekerja sosial menjadi mata dan telinga yang menyampaikan kondisi riil di lapangan.
Terkait perkembangan organisasi pers, Musyawarah Daerah (Musda) II Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh pada 11 September 2026 menetapkan Anwar Tgk Rabo sebagai ketua secara aklamasi, menggantikan Said Saiful. Teuku Musliadi sendiri tercatat sebagai Ketua Panitia pelaksana Musda tersebut.
Panglima Milenial menyatakan kesiapan mendukung setiap kegiatan sosial yang sejalan dengan semangat kepedulian, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, melalui sinergi lintas pihak, gerakan sosial yang dijalankan semakin responsif dan menjangkau mereka yang membutuhkan.|red|












