Berita  

Seminar Nasional USK Bahas Peran Tambangan di Era Transisi Energi

BANDA ACEH, Cakrawarta — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Seminar Nasional bertema “Memperkuat Peran Industri Pertambangan dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Era Transisi Energi” di Aula Anjong Mata, Banda Aceh, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga unsur pemerintah.

Acara dibuka dengan penampilan Tari Ranum Lampuan dari Unit Kegiatan Mahasiswa WASIAT Fakultas Teknik USK, menyatukan nuansa kearifan lokal dengan pembahasan masa depan industri pertambangan. Secara resmi, seminar dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir. Irwansyah, S.T., M.T.

Pembicara utama hadir dari Kementerian ESDM, yakni Ari Hendarwanto, S.T., M.S.E., Koordinator Keselamatan Pertambangan. Sejumlah tokoh industri juga turut berbagi pandangan, antara lain Ketua Dewan Penasihat PERHAPI Ir. Rizal Kasli, S.T., IPU., ASEAN Eng., serta Wakil Ketua Umum PERHAPI Ir. Resvani, M.B.A.

Diskusi berlangsung dalam dua sesi. Sesi kedua menghadirkan Direktur PT Geo Mining Berkah Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., ACPE., ASEAN Eng., C.EIA., Perwakilan PT Mifa Bersaudara Tengku Khadafi Munir, S.P., M.P., serta Kepala Teknik Tambang PT Juya Aceh Mining Ali Imron, S.T.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian MISSION XIII, yang sekaligus beriringan dengan Musyawarah Nasional XIII dan Temu Ilmiah XX PERMATA Indonesia 2026. Hadir pula Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK Dr. Ir. Nasrullah, S.T., M.T., jajaran kepala departemen, serta perwakilan PERHAPI dan PERMATA Indonesia.

Peserta diajak memahami bahwa di tengah peralihan sistem energi, industri pertambangan tidak hanya soal produksi, melainkan juga menjawab tantangan lingkungan, sosial, tata kelola, dan kesejahteraan masyarakat. Forum ini menjadi wadah bagi generasi muda menyerap pengalaman langsung dari para pemangku kebijakan sekaligus menyampaikan gagasan mereka.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang Mining Science Art Competition (MSAC) dan Syiah Kuala Mining Engineering Competition (SMEN) 2026, yang mencakup lomba esai, pidato, cerdas cermat, fotografi, desain poster, hingga film pendek.

Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, MISSION XIII menjadi jembatan pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas. Mahasiswa pertambangan USK bersama jejaring perguruan tinggi dan industri menegaskan: masa depan pertambangan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya, melainkan juga kebijaksanaan mengelolanya demi keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *