Berita  

Bireuen Terima Bantuan Pompa Portable dari Mendagri Tito Karnavian

BIREUN

Cakrawarta — Pemerintah Kabupaten Bireuen menerima bantuan berupa tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Dr. H. Tito Karnavian, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu, 4 November 2026. Acara serah terima berlangsung di lingkungan Pendopo Bupati Pidie Jaya.

Mendagri Tito Karnavian menyerahkan ketiga unit pompa portable itu kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T. Dalam penyerahannya, ia berharap peralatan ini dapat digunakan secara optimal untuk mendukung upaya penanggulangan berbagai situasi bencana di daerah.

Pompa portable ini dirancang dengan fungsi yang beragam. Alat ini dapat digunakan untuk memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan, menanggulangi kebakaran di kawasan permukiman, serta mampu menjangkau gedung hingga tujuh lantai. Selain itu, pompa ini juga berfungsi menyedot air tergenang saat banjir, serta digunakan untuk kebutuhan penyaluran air bersih.

Jika dilengkapi dengan sistem pompa bertekanan tinggi, peralatan ini dapat menghasilkan tekanan antara 5 hingga 10 bar, dengan tenaga maksimal mencapai 13,0 dk (9,0 kW) pada putaran mesin 3.600 putaran per menit. Selain performanya yang andal, ukurannya yang relatif ringkas memudahkan proses pemindahan. Bahkan dalam situasi darurat, alat ini dapat diangkut menggunakan kendaraan roda tiga.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan rasa terima kasih kepada Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra.

“Terima kasih atas bantuan dari Kemendagri yang disampaikan langsung oleh Pak Mendagri. Pemkab Bireuen akan memaksimalkan penggunaan mesin pompa portable ini,” ujar Bupati Bireuen.

Selain Kabupaten Bireuen, bantuan yang sama juga diterima oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil yang akrab disapa Yah Wa, hadir langsung di Pendopo Pidie Jaya untuk menerima penyerahan simbolis tiga unit pompa portable tersebut.

Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Pidie Jaya sendiri dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi pascabencana banjir bandang susulan yang terjadi pada awal November 2026. Bencana tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Meureudu dan Sungai Ulim.

Sebagai bentuk perhatian terhadap wilayah terdampak, Mendagri juga memberikan bantuan dana masing-masing sebesar Rp200 juta untuk dua desa yang paling parah terkena dampak, yaitu Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang di Kecamatan Meurah Dua.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *