Daerah  

Pemkab Aceh Selatan Siapkan 67 Unit Perahu Bermesin, Anggaran Capai Rp1,8 Miliar

ACEH SELATAN, Cakrawarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyiapkan pengadaan 67 unit perahu bermesin bagi nelayan tradisional di wilayah pesisir pada Tahun Anggaran 2026. Bantuan senilai Rp1,8 miliar ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah pengadaan perahu di daerah tersebut.

Kepala DKP Aceh Selatan, Hadi Suhaima, S.Pi., M.Si., membenarkan hal tersebut kepada media, Senin (24/8/2026). Saat ini proses pengadaan sedang berada tahap tender, dan perahu nantinya akan disebar ke 13 kecamatan pesisir pantai di seluruh kabupaten.

“Nelayan tradisional perlu diberdayakan agar mampu meningkatkan penghasilan. Tahun 2026 Pemkab Aceh Selatan mengalokasikan anggaran Rp1,8 miliar untuk pengadaan 67 unit perahu bermesin,” ujar Hadi Suhaima.

Perahu yang diadakan berjenis kayu dengan dua ukuran, yakni 5 meter dan 6 meter, seluruhnya berkapasitas di bawah 3 Gross Tonnage (GT). Setiap unit akan dilengkapi mesin bertenaga 6,5 PK dan 16 PK.

Sebelum diserahkan, tim verifikasi akan melakukan peninjauan selektif kepada calon penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Syarat utama, penerima adalah nelayan asli yang belum pernah menerima bantuan serupa dari pemerintah, demi menjamin pemerataan.

“Sesuai arahan pimpinan, calon penerima harus diverifikasi dengan baik. Bantuan tidak boleh jatuh kepada yang bukan nelayan, dan prioritas bagi yang belum pernah mendapat bantuan sebelumnya,” tegas Hadi.

Ia menambahkan, jumlah 67 unit ini merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, bantuan ini dapat mendongkrak produktivitas nelayan tradisional dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Dari 18 kecamatan di Aceh Selatan, hanya lima kecamatan yang tidak masuk wilayah pesisir dan tidak menjadi sasaran penyaluran, yaitu Kluet Tengah, Kluet Timur, Kota Bahagia, Trumon Tengah, dan Trumon Timur.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat, semoga bantuan serupa dapat berlanjut tahun depan. Jika nelayan kecil terbantu, secara otomatis akan mempermudah mereka mengais rezeki,” tutup Hadi Suhaima.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *