Daerah  

Pekerjaan Alat Berat Damkar Sebabkan Pipa Empat Rusak, Pasokan Air PDAM Tirta Naga ke Lhokbengkuang Mati Total

ACEH SELATAN, Cakrawarta – Seluruh pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga Tapaktuan di wilayah Gampong Lhokbengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, harus menahan pasokan air bersih yang mati secara mendadak, Sabtu (8/8/2026).

Gangguan ini disebabkan oleh kerusakan pada saluran pipa empat yang terjadi di lokasi depan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Aceh Selatan.

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula saat tim Pos Damkar sedang melaksanakan pekerjaan menggunakan alat berat jenis ekskavator atau beko. Dalam proses pelaksanaan pekerjaan tersebut, alat berat tersebut tidak sengaja mengenai pipa 4 milik PDAM Tirta Naga, sehingga menyebabkan pipa pecah dan air menyembur deras ke permukaan tanah. Akibat kebocoran yang cukup besar itu, pasokan air ke seluruh wilayah Lhokbengkuang langsung terhenti total.

Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Tirta Naga, Evi Kiswari, SE, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari pihak Pos Damkar sekitar pukul 16.30 WIB.

“Benar, saat ini pasokan air bersih di seluruh wilayah Lhokbengkuang mati total akibat pipa empat kami terkena alat berat yang sedang bekerja di lokasi depan Pos Damkar,” ungkap Evi kepada awak media.

Menyusul kejadian itu, Direktur PDAM Tirta Naga segera mengerahkan tim teknis ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan secepatnya. Direktur PDAM Tirta Naga pun telah memberikan arahan khusus kepada bagian teknis agar perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga pelanggan dapat kembali menikmati layanan air bersih dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.

Sambil menunggu proses perbaikan selesai, pihak PDAM juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus menghimbau kesabaran seluruh pelanggan yang terdampak.

“Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan setia kami di wilayah Lhokbengkuang untuk dapat bersabar sejenak. Saat ini tim teknis kami sedang bekerja sama dengan pihak Damkar untuk segera melakukan perbaikan kerusakan. Kami berupaya sekuat tenaga agar aliran air dapat kembali normal dalam waktu dekat,” tutup Evi.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *