BIREUEN, Cakrawarta — Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi membuka Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Bireuen.
Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., pekan literasi kali ini mengusung tema “Bireuen Membaca, Bireuen Berkarya dan Bireuen Berdaya”. Acara ini dihadiri oleh Anggota DPRK Bireuen, jajaran pejabat pemerintah daerah, Ketua MPA, Bunda Literasi Kabupaten Bireuen beserta Bunda Literasi se-Aceh, kepala dinas perpustakaan daerah tetangga, unsur pendidikan, mahasiswa, siswa, pegiat literasi, hingga para geuchik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Irfan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana memperkuat budaya membaca, kreativitas, dan keberdayaan masyarakat. Ia mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Bireuen tahun 2026 berada di angka 61, dengan cakupan mencakup PAUD, SD, SMP, dan masyarakat umum. Dukungan pemerintah daerah, ujarnya, sangat diperlukan agar program literasi dapat berjalan berkelanjutan.
Pekan Literasi Daerah 2026 diisi berbagai kegiatan, antara lain talkshow literasi, sesi bercerita atau storytelling, pameran literasi, serta pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.
Bunda Literasi Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap hal ini menjadi agenda rutin. Ia menegaskan literasi tidak sekadar kemampuan membaca, melainkan kemampuan memahami, menganalisis, dan memilah informasi secara bijak, terutama di era digital. Peran orang tua pun dinilai penting melalui keteladanan membaca di rumah serta pendampingan anak dalam penggunaan gawai dan media sosial. Penguatan pojok baca dan perpustakaan desa juga didorong agar akses pengetahuan semakin dekat ke masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi menekankan pembangunan daerah harus diiringi penguatan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi. Literasi, katanya, mencakup kemampuan berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta membedakan informasi yang benar dan salah.
“Kalau budaya membaca tumbuh, maka pengetahuan tumbuh. Ketika pengetahuan tumbuh, masyarakat akan semakin mampu berkarya dan berdaya. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan Bireuen,” ujarnya.
Acara juga dimeriahkan penampilan marching band dan tarian kreasi. Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bunda Literasi Kabupaten Bireuen bersama Ketua BKMT dan Bunda Literasi se-Aceh, dilanjutkan dengan peninjauan stan perpustakaan.
Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum nyata memperkuat budaya membaca, memperluas akses pengetahuan, serta mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus membaca, berkarya, dan berdaya.|red|












