ACEH SELATAN, Cakrawarta – Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan membuka proses lelang untuk tujuh paket pekerjaan konstruksi dengan total pagu anggaran mencapai sekitar Rp6,38 miliar.
Langkah pengadaan ini pun menarik perhatian publik, mengingat tender digulirkan saat sisa waktu pelaksanaan anggaran kian terbatas.
Berdasarkan jadwal yang tertera, penetapan pemenang hingga penandatanganan kontrak untuk keseluruhan paket dijadwalkan selesai pada November 2026.
Adapun data dari Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Aceh Selatan mencatat, ketujuh paket tersebut mencakup pembangunan dan rekonstruksi jalan, jembatan, saluran pembuang, pemeliharaan jalan, serta rehabilitasi gedung pemerintah.
Paket bernilai tertinggi jatuh pada pembangunan Jalan Tengah Peulumat–Aur Peulumat di Kecamatan Labuhan Haji Timur. Proyek ini memiliki pagu sebesar Rp1.820.025.000 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp1.820.024.000, dan bersumber dari DOKA-P tahun 2026.
Berikutnya, ada paket pemeliharaan berkala empat ruas jalan, meliputi Jalan Cut Nyak Dhien, Jalan Lingkar Lhok Keutapang, Jalan Cempaka–Jalan SMEA, serta Jalan Ujung Pasir–SMAN Unggul. Paket ini memiliki pagu Rp1.357.951.000 yang juga berasal dari DOKA-P 2026.
Di Kecamatan Labuhan Haji Barat, dibuka tender pembangunan Jembatan Desa Peulokan dengan pagu Rp732.333.000. Sementara itu, pembangunan saluran pembuang di Gampong Paya Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, menelan pagu Rp674.106.315. Kedua paket ini pun dibiayai dari DOKA-P 2026.
Selain itu, tersedia paket rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Simpang Raja dengan pagu Rp800 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2026.
Paket berikutnya berupa rekonstruksi Jalan Aur Peulumat–Gunung Rotan, Kecamatan Labuhan Haji Timur, dengan pagu Rp453.921.200 yang bersumber dari DOKA-P 2026.
Terakhir, terdapat paket rehabilitasi Gedung Serbaguna Bappeda Aceh Selatan dengan pagu Rp550 juta yang bersumber dari DAU tahun anggaran 2026.
Apabila dijumlahkan, keseluruhan pagu ketujuh paket tersebut mencapai angka sekitar Rp6,38 miliar.
Selain nilai anggaran, aspek waktu pelaksanaan pengadaan juga menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah tahapan tender baru akan berjalan hingga paruh kedua November 2026.
Sesuai jadwal yang dimuat dalam SPSE, pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 10 November hingga 11 November 2026.
Selanjutnya, masa sanggah dibuka pada 11–16 November 2026. Penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) direncanakan pada rentang 16–20 November 2026.
Di saat yang sama, penandatanganan kontrak juga dijadwalkan berlangsung pada 16–20 November 2026.
Dengan pola waktu tersebut, diperkirakan pemenang lelang baru dapat memulai pelaksanaan fisik pekerjaan setelah proses penandatanganan kontrak rampung pada paruh kedua November.|red|












