BANDA ACEH, Cakrawarta – Aceh akan kembali menjadi pusat pertemuan para ulama dan cendekiawan Islam dari berbagai negeri. Muzakarah Internasional dijadwalkan digelar selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026, dengan menghadirkan rangkaian kegiatan terbuka bagi masyarakat umum serta sesi khusus bagi para ulama.
Adapun kegiatan utama yang dapat diikuti seluruh warga dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dan berlangsung setiap malam, pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Diisi pembukaan, zikir raya, tabligh akbar, zikir Rateb Siribee, doa bersama, hingga acara penutupan, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi keagamaan yang luas.
Sementara itu, diskusi khusus berjudul Muzakarah Khusus Ulama Sufi akan berlangsung di Balai Meuseuraya Aceh pada 10–11 Oktober, pukul 08.00–17.15 WIB. Sesi tertutup ini diperuntukkan bagi para ulama sufi guna mendalami persoalan keilmuan serta memperkuat tradisi tasawuf yang tumbuh di kalangan umat.
Penyelenggara merencanakan kehadiran ulama dan peserta dari 11 negara, antara lain Indonesia, Turki, Maroko, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Suriah, Mesir, Palestina, dan Iran. Kehadiran tokoh lintas bangsa diharapkan memperkaya pandangan serta mempererat ukhuwah di tengah keragaman tradisi keilmuan Islam. Daftar lengkap nama pembicara dan delegasi akan diumumkan panitia menjelang pelaksanaan.
Bagi Aceh, pertemuan ini bukan sekadar kegiatan biasa. Sejak dulu, provinsi ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan pemikiran Islam di Nusantara, di mana tasawuf tumbuh bersanding dengan ilmu fikih dan pendidikan dayah. Muzakarah ini pun diharapkan menjadi momen untuk mengangkat kembali warisan intelektual tersebut ke kancah internasional.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan acara. Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bukti perhatian terhadap upaya menjadikan Aceh sebagai ruang dialog yang damai dan bermanfaat bagi dunia Islam.
Akankah pertemuan ini menjadi titik balik penguatan tradisi tasawuf dan kerukunan umat? Semoga kehadiran para ulama dari berbagai negeri membawa berkah serta mempererat persaudaraan di tengah perbedaan.
(Berita ini ditulis untuk acara Muzakarah Internasional, 9–11 Oktober 2026, Lapangan Blang Padang & Balai Meuseuraya Aceh). |red|












