BANDA ACEH, Cakrawarta – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) mengawali peringatan Milad ke-27 dengan kegiatan bakti sosial pembersihan kawasan Makam Tgk Syiah Kuala, Mufti Kerajaan Aceh Darussalam, di Banda Aceh, Kamis pagi, 10 September 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Besar HUDA, Dr. Tgk. H. Anwar Usman, MM (Abiya Kuta Krueng), didampingi Sekretaris Jenderal PB HUDA, Abi H. Hasbi Albayuni (Abi Bayu), jajaran pengurus pusat, serta diikuti ratusan santri dari berbagai dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Mengusung tema “Menjaga Ilmu, Merawat Adab, Mena’ati Guree Ummat”, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti. Pembersihan makam tokoh ulama besar Aceh ini dimaknai sebagai sarana menanamkan kecintaan generasi muda, khususnya para santri, terhadap para ulama serta warisan keilmuan yang ditinggalkan.
Kehadiran ratusan santri yang bergotong royong membersihkan kawasan makam menyiratkan pesan mendalam: penghormatan kepada para pendahulu adalah bagian tak terpisahkan dari penuntutan ilmu. Makam Syiah Kuala sendiri menjadi salah satu simbol utama sejarah keulamaan dan keilmuan di Tanah Rencong.
Sebelumnya, jajaran PB HUDA telah melaksanakan rangkaian pra-Milad berupa ziarah dan doa bersama ke makam para ulama pendiri, antara lain Almarhum Syaikhuna Abu H. Ibrahim Bardan (Abu Panton) di Panton Labu, Aceh Utara, serta Allahuyarham Ayah H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) di Dayah Babussalam Al Aziziyah, Jeunieb, Bireuen. Tahlilan dan doa bersama digelar untuk mendoakan para ulama yang telah mendahului.
Puncak peringatan Milad ke-27 HUDA dijadwalkan digelar pada 14 September 2026 di Asrama Haji Banda Aceh, dilanjutkan dengan agenda pada 15 September. Acara puncak akan diisi sambutan Ketua Umum PB HUDA serta Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh, penyerahan penghargaan kepada tokoh dan pendiri HUDA, peluncuran buku sejarah HUDA, tausiyah, doa bersama, hingga seminar nasional.
Buku sejarah HUDA yang akan diluncurkan mendokumentasikan perjalanan organisasi ulama dayah sejak kelahirannya, termasuk kiprah para ulama menghadapi masa konflik, proses perdamaian, dan kontribusi bagi masyarakat Aceh. Diharapkan karya ini menjadi penjaga memori sekaligus inspirasi bagi generasi penerus.
Panitia telah mengundang berbagai elemen penting: Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Ketua DPRA, Wali Kota Banda Aceh, para Bupati, Rektor UIN Ar-Raniry, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Wali Nanggroe, MPU, Rabithah Thaliban Aceh, serta tokoh masyarakat lainnya. Sebanyak 63 Pengurus Wilayah HUDA se-Aceh juga dipastikan hadir.
Dengan rangkaian ziarah, bakti sosial, penghargaan, peluncuran buku, dan seminar nasional, Milad ke-27 ini bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa kekuatan HUDA terletak pada tradisi ilmu, adab menghormati ulama, dan kesetiaan berkhidmat bagi umat serta Aceh. Semangat persatuan ulama, silaturahmi lintas elemen, dan langkah strategis menghadapi masa depan menjadi penutup yang diharapkan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Aceh.|red|












