Berita  

Kapolres Aceh Selatan Bekali 86 Mahasiswa BPDP: Waspada Kejahatan Siber dan Bahaya Narkoba

ACEH SELATAN, Cakrawarta — Kapolres Aceh Selatan, AKBP Teuku Ricki Fadlianshah, S.I.K., M.H., mengisi kuliah umum bagi 86 mahasiswa penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Serba Guna Bhara Daksa, Markas Polres Tapaktuan.

Mengangkat tema “Generasi Digital Berkarakter: Cerdas, Bijak, dan Aman Menghadapi Kejahatan Siber serta Ancaman Narkoba”, Kapolres hadir layaknya seorang pendidik yang memaparkan materi secara mendalam dan menyeluruh. Para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun warga lokal tampak menyimak dengan saksama setiap penjelasan yang disampaikan.

“Kita semua wajib menjaga keutuhan bangsa dan negara dengan melindungi diri dari dua ancaman besar: narkoba serta penyalahgunaan ruang digital dan media sosial,” ujar Kapolres di hadapan para peserta.

Ia menegaskan, mahasiswa sebagai generasi penerus harus mampu menyaring informasi secara kritis dan bijak agar tidak tersandung masalah hukum. Kapolres juga mengingatkan agar Aceh tidak dijadikan pintu masuk peredaran narkoba, serta menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Satu informasi yang belum jelas kebenarannya, jika disebarkan, dapat memengaruhi jutaan orang dan merusak kerukunan. Begitu pula narkoba, mampu menghancurkan masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Kapolres mengajak para mahasiswa dari luar daerah maupun warga lokal untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman. Ia mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian yang memecah belah atas dasar suku, agama, ras, maupun identitas tertentu melalui media sosial.

“Gunakan teknologi untuk pendidikan, persahabatan, dan kemaslahatan. Jika menemukan hal mencurigakan, cek kebenarannya, berpikir jernih, berhenti sejenak, dan laporkan kepada pihak berwenang — jangan ikut menyebarkan,” pesannya.

Dalam pemaparan tersebut, Kapolres juga berbagi pengalaman pengabdiannya di berbagai wilayah, termasuk penugasan di bidang pencegahan narkoba dan kepemimpinan kepolisian. Selain pendidikan di lembaga kepolisian, ia juga pernah menempuh pendidikan di pesantren serta menguasai bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan sejumlah bahasa daerah — membuktikan bahwa ketekunan belajar membuka peluang luas.

Sementara itu, Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Nuzuli Fitriadi, S.T., M.T., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan ilmu dari ruang kelas, melainkan juga menyerap wawasan dari tokoh dan praktisi di luar kampus.

“Jangan lihat di mana kita menimba ilmu, melainkan bagaimana kita mewujudkan keyakinan, kegigihan, dan kerja keras. Semoga ilmu yang dipelajari menjadikan kalian generasi yang mandiri, berkualitas, dan bermanfaat bagi bangsa,” ucap Nuzuli.

Kuliah umum ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa yang akan mengangkat tema-tema lain ke depannya.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *