ACEH SELATAN, Cakrawarta – Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, terancam gagal panen. Saluran irigasi sepanjang 4 kilometer yang menjadi satu-satunya sumber pengairan di Dusun Guha Panton Seulaseh kini mati total, tertimbun endapan lumpur tebal dan ditumbuhi semak belukar yang tak tersentuh pemeliharaan bertahun-tahun.
Kondisi kritis ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan petani setempat. Selama tiga musim tanam terakhir, mereka terpaksa berjuang sendiri membersihkan saluran secara swadaya, namun upaya itu tak cukup mengembalikan fungsi irigasi yang sudah rusak parah.
Merespons jeritan warga, Anggota DPRK Aceh Selatan Fraksi Partai Aceh, Syarkawi BA, bersama Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., turun langsung meninjau lokasi pada Kamis (8/10/2026). Kedua pejabat ini melihat sendiri betapa memprihatinkannya kondisi infrastruktur pertanian yang seharusnya dijaga oleh pemerintah daerah.
Di hadapan warga, Syarkawi BA menegaskan masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Saya menyaksikan langsung penderitaan petani di Krueng Batu. Irigasi sepanjang 4 kilometer ini adalah urat nadi kehidupan mereka. Saya akan kawal dan angkat masalah ini di rapat DPRK, mendesak Pemkab Aceh Selatan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh agar segera dilakukan normalisasi saluran. Ini bukan sekadar urusan proyek, melainkan soal hidup dan mati mata pencaharian warga kita,” tegas Syarkawi.
Sementara itu, kehadiran Kapolres Aceh Selatan di lokasi dinilai warga sebagai bukti nyata perhatian pihak kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar urusan keamanan semata.
Iyon GBRS, tokoh pemuda sekaligus petani setempat, mengungkapkan beban berat yang selama ini mereka pikul sendiri.
“Sudah tiga musim tanam kami berjuang membersihkan saluran ini dengan tenaga sendiri. Sangat berat bagi kami. Terima kasih kepada Pak Syarkawi BA dan Bapak Kapolres yang akhirnya datang melihat langsung kondisi kami di sini,” ujar Iyon dengan nada haru.
Warga kini berharap pemerintah segera mengerahkan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur dan memulihkan fungsi irigasi tersebut, sebelum musim tanam berakhir dan kerugian yang diderita petani semakin tak tertanggulangi.|red|












