Berita  

Film “Selat Hormuz” Karya SMKN 1 Pante Bidari Sabet Gelar Film Terbaik ADC 2026

IDI, Cakrawarta – Karya anak bangsa dari ujung timur Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim dari SMK Negeri 1 Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, berhasil menyabet penghargaan sebagai Film Terbaik dalam ajang bergengsi Aceh Documentary Competition (ADC) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung pada puncak Malam Penganugerahan Award Ceremony ADC 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh, Senin (28/9/2026) sore. Acara ini menjadi wadah apresiasi bagi karya-karya film dokumenter pelajar terbaik dari seluruh provinsi.

Kepala SMK Negeri 1 Pante Bidari, Izhar, S.Pd.I., menyampaikan kabar membahagiakan ini kepada media pada Rabu (30/9). Ia menjelaskan bahwa kemenangan diraih melalui film dokumenter berjudul “Selat Hormuz”, yang disutradarai oleh Kafka Nafisa dengan Murniati, S.Kom. bertindak sebagai produser sekaligus guru pembimbing.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang telah diraih peserta didik bersama guru pembimbing. Penghargaan film terbaik ini bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa anak-anak kami mampu berkarya dan bersaing di tingkat provinsi,” ujar Izhar.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi kreatif yang dimiliki para siswa. Ia berharap capaian tersebut memantik semangat warga sekolah lain untuk terus mengembangkan bakat dan menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus mengharumkan nama sekolah dan daerah.

“Prestasi ini tidak boleh berhenti di sini. Semoga menjadi pendorong bagi kami semua untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir nama di berbagai ajang kompetisi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Ia menegaskan kemenangan ini membuktikan bahwa sekolah-sekolah di daerah pinggiran mampu bersaing setara dengan institusi di pusat kota.

“Ini membuktikan kreativitas guru dan siswa dari daerah mampu bersanding dengan sekolah-sekolah di perkotaan. Sekolah yang lokasinya jauh dari ibu kota kabupaten justru berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi di tingkat provinsi,” ungkap Rahmatsah.

Ia menambahkan bahwa film ini lahir dari pengembangan bakat seni melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa yang telah membanggakan Aceh Timur. Semoga prestasi ini dipertahankan, ditingkatkan, dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut menampilkan karya terbaik mereka,” pungkasnya.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *