Berita  

Difasilitasi Haji Uma dan Pemprov Aceh, 13 Nelayan Aceh Timur Bebas dari Tahanan Thailand

JAKARTA, Cakrawarta – Penantian panjang selama enam bulan akhirnya usai. Sebanyak 13 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur yang ditahan oleh otoritas Kerajaan Thailand, kini kembali menginjakkan kaki di tanah air. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pemulangan ini merupakan hasil kerja sama Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, dengan Pemerintah Aceh. Biaya tiket pesawat dari Thailand ke Jakarta hingga Kualanamu ditanggung Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal yang difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara kebutuhan penginapan di Jakarta ditanggung secara pribadi oleh Haji Uma.

Diketahui, total 19 nelayan dari dua kapal — KM Langka Bahagia Satu dan KM Aneuk Manja — ditangkap pihak berwenang Thailand pada 10–11 Maret 2026 karena melanggar batas perairan. Konsulat Jenderal RI (KJRI) Songkhla segera melakukan pendampingan dan memastikan hak-hak para WNI terpenuhi, termasuk akses kunjungan konsuler, bantuan logistik, serta perlakuan yang layak selama masa tahanan di Penjara Phuket City.

Dari 19 orang tersebut, seorang berusia 16 tahun telah dipulangkan lebih cepat pada 30 April 2026. Sementara 13 awak kapal KM Aneuk Manja menjalani sidang pada 1 Mei dan akhirnya boleh pulang. Lima awak kapal KM Langka Bahagia Satu masih tetap ditahan karena kasusnya dinilai lebih berat dan kini sedang menunggu proses banding.

Merespons permohonan dari keluarga nelayan, Haji Uma mengirim surat resmi kepada KBRI Bangkok dan KJRI Songkhla pada 10 Agustus 2026. Setelah komunikasi intensif, pada 13 September lalu dipastikan 13 nelayan akan segera dipulangkan.

Kedatangan mereka disambut Badan Penghubung Pemerintah Aceh serta Anggota DPR RI Ilham Pangestu. Momen haru tercipta saat mereka melakukan panggilan video dengan keluarga setelah berpisah setengah tahun. Para nelayan pun mengakui kesalahan karena melanggar batas perairan dan berjanji tidak mengulanginya.

Pada Sabtu siang, mereka akan diberangkatkan ke Bandara Kualanamu untuk kemudian dijemput menuju Aceh Timur. Sementara itu, komunikasi terus dijalin dengan KBRI guna memperjuangkan pembebasan lima nelayan yang masih tertahan.

“Kita tetap pantau perkembangan lima orang lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Haji Uma.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *