ACEH SELATAN, Cakrawarta – Lapangan Naga Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, berubah menjadi lautan merah putih pada pagi Senin, 17 Agustus 2026. Ribuan peserta dari berbagai elemen berkerumun penuh khidmat menyaksikan peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Adapun upacara berlangsung dengan suasana hening dan penuh penghormatan. Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos. bertindak selaku Inspektur Upacara, berdiri tegap memantau barisan peserta yang meliputi unsur ASN, TNI–Polri, Satpol PP/WH, tenaga medis, mahasiswa, pelajar, hingga tokoh masyarakat dan ulama. Semua berdiri dalam sikap siap dan khusyuk.
Di hadapan ribuan warga itu, sosok Komandan Kompi (Danki) Paskibraka tampil memukau dengan ketegasan dan keperkasaannya. Ia adalah Letnan Dua (Letda) Inf. Indaru Roman Sutedjo, pemimpin 70 personel pengibar Bendera Merah Putih. Langkah tegap dan kinerja sempurna Paskibraka di bawah komandonya menjadi kebanggaan tersendiri, melukikan makna persatuan yang begitu dalam.
Usai rangkaian upacara selesai, nama dan sosok Letda Inf. Indaru Roman Sutedjo pun menjadi sorotan publik. Warga penasaran, siapa sebenarnya perwira muda yang tampil gagah dan sukses memimpin pengibaran bendera kenegaraan tersebut.
Menelusuri rekam jejaknya, terungkap kisah perjalanan hidup yang luar biasa. Melalui konfirmasi yang diberikan kepada awak media, Rabu (26/8/2026), Letda Inf. Indaru Roman Sutedjo menceritakan pengabdiannya yang panjang sebelum bertugas di Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser, Aceh Selatan.
“Saya adalah lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara TNI Angkatan Darat tahun 2012. Awalnya mengabdi di lingkungan Kodam Jayakarta sejak 2012 hingga 2014,” ujarnya.
Setelah dua tahun bertugas di Kodam Jayakarta, perjalanan kariernya membawanya ke Istana Negara, Jakarta, pada tahun 2014. Di sana, ia dipercaya menjadi Ajudan Sekretariat Pribadi Presiden Republik Indonesia Ke-6, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, hingga tahun 2025. Selama mendampingi mantan Presiden, ia menimba banyak pengalaman berharga, terutama dalam hal pengamanan dan pengawasan yang menuntut tanggung jawab penuh dan menyeluruh.
Bekal pengalaman mendampingi Jenderal TNI (Purn.) H. Susilo Bambang Yudhoyono, Abituren AKABRI angkatan 1973, memantapkan langkahnya. Pada tahun 2025, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Calon Perwira di Bandung dan berhasil menyelesaikannya dengan baik. Tak lama kemudian, ia ditugaskan ke Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser, Aceh Selatan.
“Ditunjuk menjadi Danki Paskibraka di sini membuat saya bangga sekaligus merasa memiliki tanggung jawab untuk mengharumkan nama TNI di hadapan Ibu Pertiwi,” ungkapnya dengan nada haru.
Bagi perwira muda ini, penugasan di mana pun merupakan kehormatan yang harus diemban dengan ikhlas.
“Di mana pun negara menempatkan, saya siap menjalankan tugas. Ketabahan dan kesabaranlah yang membuat setiap panggilan pengabdian terasa lebih berkah. Di Aceh Selatan kini, saya sudah merasa seperti berada di tanah kelahiran sendiri. Banyak kerabat yang telah menjadi keluarga dekat. Semua itu tak lepas dari bimbingan pimpinan dan institusi, karena bagi kami, TNI harus hidup damai dan bersatu bersama rakyat,” pungkas Letda Inf. Indaru Roman Sutedjo.|red|












