ACEH SELATAN, Cakrawarta – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan M.S. mengunjungi langsung Rehan Firja (10), anak yatim di Gampong Padang, Kecamatan Kluet Tengah, yang selama enam tahun terakhir mengalami gangguan kesehatan hingga tidak mampu berjalan.
Dalam kunjungan pada Kamis (5/11/2026), Mirwan tidak hanya melihat kondisi Rehan, tetapi juga menyerahkan bantuan kepada keluarga serta menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan agar segera memberikan penanganan medis terhadap anak tersebut.
Bupati meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Dharma Syahputra, bersama kepala puskesmas setempat untuk memastikan Rehan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan.
“Saya menginstruksikan Kadinkes dan kepala puskesmas agar segera menangani pasien ini dan dibawa langsung hari ini ke RSUDYA, supaya adik Rehan mendapatkan penanganan medis. Kita berharap dia cepat sembuh sehingga bisa bersekolah kembali,” kata Mirwan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Diva Samudra Putra, Plt Kadis Kesehatan Dharma Syahputra, unsur kecamatan, kepala desa, serta kepala puskesmas.
Sebelumnya, kisah Rehan menjadi perhatian setelah kondisi kesehatannya diberitakan sejumlah media. Anak yatim, putra dari Yusrina dan almarhum Aidir tersebut, mulai mengalami keterbatasan fisik sejak berusia sekitar empat tahun.
Selama enam tahun terakhir, Rehan tidak mampu berjalan seperti anak-anak seusianya. Kondisinya bahkan dilaporkan semakin memprihatinkan. Ia mulai mengalami kesulitan menggerakkan tangan dan kaki, termasuk ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami Rehan belum diketahui. Keluarga berharap pemeriksaan medis secara menyeluruh dapat mengungkap kondisi yang dialaminya sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan.
Dampak kondisi tersebut juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Rehan diketahui pernah bersekolah hingga kelas II Sekolah Dasar (SD). Namun, keterbatasan fisik membuatnya terpaksa berhenti mengenyam pendidikan.












