ACEH SELATAN, Cakrawarta – Ketersediaan semen di sejumlah gudang di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan kosong sejak empat hari terakhir. Kondisi ini langsung berdampak pada masyarakat yang tengah melaksanakan pembangunan maupun renovasi rumah, yang kini terpaksa menunda pekerjaan akibat langkanya bahan bangunan tersebut.
Seorang pengelola gudang yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut saat ditemui awak media pada Senin (10/8/2026). Ia menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi karena aliran pasokan dari pemasok utama belum kembali normal.
“Sudah empat hari kosong. Biasanya tidak pernah selama ini,” ujarnya.
Kabar baiknya, pasokan diperkirakan segera tiba dalam waktu dekat. “Besok diperkirakan sudah masuk kembali, yaitu Semen Padang kemasan 40 kilogram,” tambahnya.
Kendati stok segera kembali tersedia, harga yang dibebankan kepada masyarakat terbilang cukup tinggi. Di tingkat gudang, semen dipatok sekitar Rp64.000 per sak. Sementara itu, di toko-toko bangunan eceran, harganya berkisar antara Rp69.000 hingga Rp70.000 per kemasan.
Dari informasi yang beredar, terdapat pula biaya tambahan pengangkutan sebesar sekitar Rp3.000 per sak. Namun, rincian komponen biaya tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak distributor dan instansi terkait.
Kekosongan ini membuat warga yang sedang membangun atau memperbaiki rumah menjadi cemas. Sebab, jika pasokan tidak segera tersedia, pekerjaan konstruksi berisiko terhenti. Masyarakat pun berharap distribusi semen segera berjalan normal kembali, agar kebutuhan bahan bangunan dapat terpenuhi tanpa kendala maupun lonjakan harga yang memberatkan.|red|












