Berita  

Realisasi PAD Dinas Pertanian Aceh Selatan Jauh dari Sasaran, Plt Kadis Pertanian Belum Ada Penjelasan

ACEH SELATAN

Cakrawarta – Hingga pertengahan Oktober 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan baru tercatat sebesar Rp10 juta dari keseluruhan target Rp80 juta. Angka tersebut setara dengan 12,5 persen, sehingga masih ada kekurangan sebesar Rp70 juta untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan dokumen Rekapitulasi Realisasi PAD Kabupaten Aceh Selatan yang dirilis Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) per tanggal 14 Oktober 2026, sumber penerimaan tersebut berasal dari retribusi daerah, khususnya pemanfaatan aset daerah.

Adapun kondisi rendahnya realisasi PAD ini menjadi perhatian tersendiri, sebab capaian penerimaan masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Meski begitu, dokumen tersebut belum merinci secara eksplisit penyebab rendahnya penerimaan maupun jenis‑jenis aset yang dijadikan sumber retribusi.

Kepala BPAD Aceh Selatan, Teuku Alamsyah, SE, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan PAD, salah satunya melalui pembenahan basis data serta pendataan aset daerah.

Menurut penjelasannya, pendataan merupakan langkah awal guna mengidentifikasi sekaligus memverifikasi aset‑aset yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan bagi daerah.

“Jadi, pembenahan data terlebih dahulu. Setelah itu, kita verifikasi mana yang berpotensi dan melihat potensi yang besar,” ujar Teuku Alamsyah saat dikonfirmasi bersuarakitaa.id, Kamis (29 Oktober 2026).

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa BPAD juga mendorong optimalisasi sumber‑sumber PAD yang dinilai memiliki potensi penerimaan besar. Upaya ini dijalankan melalui koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), mengingat sebagian besar pelaksanaan pemungutan PAD berada pada masing‑masing instansi terkait.

Teuku Alamsyah berharap agar target PAD yang telah ditetapkan dapat diupayakan semaksimal mungkin. Ia juga mengajak seluruh SKPK untuk meningkatkan kerja sama guna mendukung peningkatan pendapatan daerah serta pembiayaan pembangunan di Aceh Selatan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Zulkifli Nur, S.Pt., belum memberikan keterangan terkait rendahnya realisasi PAD pada instansinya. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon, namun belum mendapat respons hingga berita ini ditulis.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *