Berita  

KBIHU Nashita Al Hujjaj Gelar Manasik Haji ke-9, Perdalam Tata Cara Ibadah Haji Jamaah

BANDA ACEH

Cakrawarta — Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nashita Al Hujjaj kembali menggelar pertemuan bimbingan manasik haji yang kesembilan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 1 November 2026, bertempat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sekaligus kesiapan seluruh jamaah dalam menunaikan rangkaian ibadah haji.

Pada pertemuan kali ini, para jamaah menerima pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji secara lengkap — dimulai dari ihram, wukuf, mabit, melontar jumrah, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Materi disampaikan secara mendalam oleh Dr. Muharrir Asy’ari, Lc., MA., tokoh Muhammadiyah Aceh yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH).

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan urutan tahapan pelaksanaan ibadah haji dengan rinci, mencakup ketentuan miqat, niat, talbiyah, serta hal-hal yang dilarang saat berihram. Para jamaah juga dibekali penjelasan mengenai pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, tata cara melontar jumrah, tawaf ifadhah, sa’i, hingga pelaksanaan tahallul.

Tidak hanya sekadar mengenal setiap urutan, jamaah juga dipandu untuk memahami perbedaan antara rukun, wajib, dan sunnah dalam ibadah haji. Pemahaman ini sangat penting agar jamaah dapat menunaikan ibadah sejalan dengan tuntunan syariat, sekaligus mengantisipasi berbagai situasi yang mungkin muncul selama berada di Tanah Suci.

Ketua KBIHU Nashita Al Hujjaj, Hj. Zaidar Jafar, S.Ag., menyatakan bahwa bimbingan manasik merupakan tahap pembelajaran yang sangat mendasar bagi setiap calon jamaah haji. Menurut beliau, kesiapan untuk beribadah ke Tanah Suci tidak cukup hanya dengan fisik yang bugar dan kelengkapan administrasi, melainkan juga harus disertai penguasaan terhadap tata cara ibadah itu sendiri.

“Melalui bimbingan manasik ini, kami berharap seluruh jamaah semakin memahami setiap tahapan pelaksanaan ibadah haji, sehingga nantinya dapat menjalankan ibadah dengan tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kami ingin jamaah tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki bekal ilmu dan keyakinan dalam beribadah,” ujarnya.

Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti keseluruhan rangkaian bimbingan dengan sungguh-sungguh, serta tidak ragu berdiskusi apabila masih ada hal-hal yang belum jelas.

Melalui pertemuan kesembilan ini, KBIHU Nashita Al Hujjaj terus berkomitmen untuk mendampingi dan mempersiapkan jamaah agar memiliki bekal pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan spiritual yang matang dalam menyambut perjalanan ibadah haji. Dengan demikian, diharapkan seluruh jamaah mampu menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan memperoleh keberkahan haji yang mabrur.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *