ACEH SELATAN, Cakrawarta – Harga cabai merah di Pasar Inpres Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (13/10/2026), tercatat masih berada di angka Rp77.000 per kilogram. Angka ini memang turun dibandingkan beberapa waktu lalu yang menyentuh Rp100.000 per kilogram, namun bagi masyarakati, penurunan itu belum terasa meringankan beban belanja harian.
Kendati harga sedikit melandai, wajah-wajah pembeli di pasar tak terlihat lega. Justru sebaliknya, tingginya harga komoditas sayuran membuat suasana pasar terasa lebih sepi dari biasanya. Banyak warga memilih menunda belanja atau mengurangi porsi pembelian demi menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka.
Rohani, salah seorang warga Tapaktuan yang terlihat berbelanja dengan teliti di salah satu lapak, mengaku hanya terpaksa datang ke pasar karena ada kebutuhan hajatan di rumah. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku memilih jalan yang lebih hemat.
“Saya ke sini karena ada acara di rumah. Kalau hanya untuk makan sehari-hari, jujur, lebih baik saya makan pakai sambal kecap saja daripada harus belanja cabai yang harganya masih begini,” ujarnya.
Menurut Rohani, pengeluaran belanja kebutuhan dapur saat ini jauh lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima keluarga. “Lebih besar pasak daripada tiang,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah benar-benar hadir dan memerhatikan kesulitan rakyat kecil, bukan hanya berpihak pada kalangan mampu.
“Jangan hanya memikirkan orang-orang yang mampu membeli apa saja kapan saja. Kami rakyat kecil pun butuh diperhatikan. Untuk makan saja harus berpikir dua kali. Lama-lama rakyat ini mati perlahan jika harga kebutuhan terus seperti ini,” tegasnya.|red|












