ACEH SELATAN, Cakrawarta – Pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini muncul keluhan dari seorang pendonor darah sukarela yang mengaku tidak mendapatkan makanan tambahan berupa puding setelah selesai menyumbangkan darahnya, Selasa (4/8/2026).
Pendonor yang meminta namanya tidak dipublikasikan itu mengaku datang ke lokasi sekitar pukul 12.15 WIB. Ia pun tercatat sebagai pendonor rutin, yang terakhir kali menyumbangkan darah golongan B positif pada 30 Mei 2026 lalu.
Meski menyatakan tidak mengharapkan imbalan materi, pendonor tersebut menilai pemberian puding selama ini memiliki makna tersendiri. Hal itu dianggap sebagai bentuk apresiasi serta penyemangat bagi warga yang rela menyumbangkan darah demi kepentingan kemanusiaan.
“Kami mendonorkan darah murni karena kepedulian, bukan mencari hadiah. Tapi selama ini biasanya setelah selesai donor selalu disuguhi puding. Barangnya memang sederhana, namun itu menjadi tanda perhatian dari pihak rumah sakit, yang juga bisa mendorong orang lain mau rutin mendonorkan darah,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (5/8/2026).
Keluhan ini pun memicu pertanyaan mengenai konsistensi standar pelayanan di unit tersebut. Sebab, fasilitas pendukung bagi pendonor seharusnya dijaga agar tetap nyaman, sekaligus menjaga semangat masyarakat untuk terus menyumbangkan darah sukarela.
Merespons hal tersebut, Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran RSUDYA, Ns. Hendra Liyusman, S.Kep., M.K.M., membenarkan bahwa program pemberian makanan tambahan bagi pendonor belum dihentikan dan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menjelaskan, kejadian tidak diserahkannya puding kepada beberapa pendonor belakangan ini semata-mata disebabkan oleh kekosongan stok bahan baku, bukan karena anggaran atau program tersebut dicabut.
“Program pemberian puding bagi pendonor masih terus berjalan. Hanya saja, kadang terjadi jeda saat masa pergantian stok, sehingga bahan utamanya sempat habis. Insyaallah anggarannya tetap tersedia, dan begitu barang masuk kembali, pemberian puding akan disalurkan seperti biasa kepada setiap pendonor,” tegas Hendra.|red|












