Berita  

Haji Uma Angkat Dinamika Pilkada Aceh Utara 2024 di Konferensi Internasional ICOSOP 2026 Jakarta

JAKARTA, Cakrawarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos., M.Sos., yang akrab disapa Haji Uma, tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Internasional Ilmu Sosial dan Politik ke-6 (ICOSOP) 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Siber Universitas Nasional (UNAS), Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa dan pemangku kepentingan dari berbagai negara ini, Haji Uma memaparkan hasil penelitiannya berjudul: “Hegemoni Politik dan Munculnya Calon Tunggal pada Pilkada Aceh Utara 2024: Perspektif Gramscian”.

Penelitian tersebut menyoroti fenomena unik dalam pemilihan kepala daerah Aceh Utara tahun 2024, di mana satu pasangan calon berhadapan dengan kotak kosong. Menurut Haji Uma, peristiwa ini menarik dikaji karena mencerminkan dinamika demokrasi yang khas di wilayah Aceh pascakonflik. Kajian ini membedah bagaimana sejarah politik, jaringan kekuasaan, kesepakatan antarelite dan dukungan masyarakat saling berinteraksi hingga membentuk pola politik yang terlihat pada pemilihan tersebut.

Melalui partisipasinya di ICOSOP 2026, Haji Uma berupaya membawa pengalaman dan realitas politik Aceh ke panggung akademik dunia. Dengan demikian, berbagai isu yang terjadi di Aceh tidak hanya dibahas dalam lingkup nasional, tetapi juga menjadi bagian dari diskusi global mengenai demokrasi dan tata kelola di wilayah yang pernah berkonflik.

Konferensi ICOSOP 2026 sendiri mengusung tema “Menyusun Ulang Kawasan Selatan Global di Dunia yang Terpecah: Transformasi Digital, Tata Kelola, dan Masa Depan yang Inklusif”. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan mendalam seputar politik, pemerintahan, demokrasi, transformasi digital, keamanan, komunikasi serta berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara di kawasan Selatan Global.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu pembicara utama adalah Duta Besar Republik Rwanda untuk Republik Indonesia, Sheikh Abdul Karim Harelimana. Selain itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Dr. Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si., juga turut menjadi pembicara utama.

Turut hadir sebagai pembicara undangan antara lain Mr. Karim Blasi, Dr. Ajirapa Pienkhuntod dari Universitas Thammasat Thailand, serta Dr. Yuri Alfrin Aladdin, M.Si., M.I.Kom. dan Dr. Qonitah Basalamah, M.Si. dari Universitas Nasional.

Bagi Haji Uma, keikutsertaan dalam forum internasional seperti ICOSOP merupakan langkah berkelanjutan untuk memperkenalkan kondisi sosial dan politik Aceh secara lebih luas. Ia berharap pengalaman Aceh dalam melewati masa konflik menuju perdamaian dapat menjadi contoh berharga bagi pengembangan demokrasi, tata kelola pemerintahan dan kehidupan politik yang lebih inklusif di berbagai belahan dunia.

Konferensi ICOSOP 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional dan berlangsung secara gabungan luring serta daring pada 12 Agustus 2026 di Jakarta.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *