ACEH SELATAN, Cakrawarta – Sebuah capaian positif yang sangat membanggakan berhasil diraih oleh RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bidang neurologi atau penyakit saraf bagi masyarakat.
Keberhasilan ini ditandai dengan pelaksanaan perdana tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) pada pasien penderita stroke, yang berlangsung di ruang Catheterization Laboratory atau lebih dikenal dengan ruang Cathlab RSUDYA Tapaktuan, Rabu (22/7).
Tindakan DSA sendiri merupakan metode diagnostik canggih yang berfungsi menampilkan gambaran secara rinci dan akurat mengenai kondisi pembuluh darah di otak. Metode ini dikenal sebagai standar emas (gold standard) dalam dunia medis untuk mendeteksi penyempitan, sumbatan, aneurisma, hingga kelainan bentuk pembuluh darah, khususnya pada pasien stroke. Pemeriksaan ini sangat krusial dilakukan guna menentukan langkah penanganan tepat agar dampak penyakit tidak menjadi lebih parah.
Pelaksana tugas Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes, Sp.OG., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil perjuangan berkelanjutan. Menyusul dilakukannya visitasi, evaluasi, serta uji kelayakan dan kredensial ruang Cathlab oleh BPJS Kesehatan pada akhir tahun 2025 lalu, pihak rumah sakit terus berupaya memastikan fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Layanan medis modern ini didukung peralatan yang canggih serta tenaga medis yang sudah berkompeten, yaitu dr. Mira Arianti, M.Ked (Neu), Sp.N, FINA, selaku dokter spesialis saraf sekaligus ahli intervensi saraf, didampingi dr. Emil Fathoni, Sp.JP (K)., FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardio intervensi,” ungkap dr. Erizaldi.
“Alhamdulillah hari ini, dr. Mira Arianti bersama tim Cathlab yang terdiri dari perawat dan radiografer yang sudah terlatih, telah berhasil melaksanakan tindakan DSA pada dua orang pasien stroke dengan lancar dan sukses. Selama ini, tindakan serupa baru bisa dilakukan di RSUDZA Banda Aceh,” tambahnya.
Lebih lanjut dr. Erizaldi menjelaskan, berhasinya pelaksanaan tindakan ini menandai beroperasinya secara resmi ruang Cathlab RSUDYA Tapaktuan. Hingga saat ini, fasilitas tersebut menjadi satu-satunya ruang Cathlab yang aktif beroperasi di lingkungan RSUD se-wilayah Barat Selatan Aceh. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis yang setara.|red|












