Berita  

BFLF Aceh Selatan: Rumah Singgah Penuh Makna Bagi Mereka yang Menunggu Kesembuhan

ACEH SELATAN, Cakrawarta – Bagi keluarga yang harus mendampingi kerabat menjalani perawatan medis, keberadaan tempat istirahat yang layak dan terjangkau menjadi kebutuhan yang tak ternilai. Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman, yang dikelola Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan di Tapaktuan, hadir menjawab kebutuhan tersebut dan telah menjadi tempat berteduh yang menyejukkan hati banyak keluarga pasien.

Salah satu yang merasakan langsung manfaatnya adalah Ali Ridwan, warga Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Ia sedang mendampingi istrinya, Asmawati, yang baru saja menjalani proses persalinan anak kelima mereka di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan. Hingga Minggu (25/10/2026), keluarga kecil ini belum bisa pulang ke kampung halaman karena sang bayi masih memerlukan pemantauan dan perawatan medis lebih lanjut. Meski kondisi ibunya kini sudah pulih dan sehat, keduanya tetap harus menunggu hasil pemeriksaan dokter anak sebelum dipastikan boleh kembali ke rumah.

Adapun di momen yang penuh harap itu, relawan BFLF Aceh Selatan hadir membantu. Sekitar pukul 17.00 WIB, mereka menjemput keluarga Ali dari rumah sakit dan mengantarnya ke Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman. Sebuah fasilitas sederhana namun nyaman yang kini menjadi tempat istirahat sementara mereka sembari menunggu kabar baik dari pihak medis.

Ali mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Baginya, keberadaan rumah singgah ini sangat berarti, terutama bagi warga yang berasal dari daerah jauh dan belum memiliki tempat tinggal di sekitar Tapaktuan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Rumah singgah ini sangat membantu kami, karena untuk sementara waktu kami belum bisa pulang ke kampung halaman. Bayi kami masih membutuhkan perawatan dan kami harus menunggu pemeriksaan dokter untuk mengetahui perkembangannya. Terima kasih banyak kepada relawan BFLF. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujar Ali dengan wajah tenang sambil menemani istrinya beristirahat.

Ia pun berharap rumah singgah ini dapat terus berdiri dan berkembang, sehingga semakin banyak keluarga pasien yang merasakan kemudahan dan kenyamanan serupa.

Pembina BFLF Indonesia, Kasmarijal — yang akrab disapa Ujang Kasim — menjelaskan bahwa pembangunan rumah singgah ini bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan sebuah penghormatan sekaligus wujud amal jariyah untuk almarhum ayahnya, H. Muhammad Kasim bin Chairuman.

“Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang menjalani pengobatan di Aceh Selatan maupun daerah sekitarnya,” ungkap Ujang Kasim kepada wartawan.

Lebih jauh ia menuturkan, banyak warga yang harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketika pasien belum diperbolehkan pulang atau masih memerlukan pemeriksaan berlanjut, keluarga pendamping sering kali dihadapkan pada kesulitan mencari penginapan yang terjangkau. Beban biaya yang tak terduga ini sering kali memberatkan. Hadirnya Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman diharapkan dapat meringankan beban tersebut sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka yang sedang berjuang menunggu kesembuhan orang terkasih.

Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman BFLF Aceh Selatan beralamat di Jalan Nyak Adam Kamil Nomor 15, Gampong Hilir, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Semoga keberadaannya senantiasa menjadi cahaya harapan bagi siapa pun yang membutuhkannya.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *