Berita  

Jalan Lintas Kluet Terputus Longsor, Pimpinan Daerah Turun ke Lokasi, Penanganan Dilakukan Bersinergi

ACEH SELATAN, Cakrawarta — Ruas jalan penghubung Kluet Utara dan Kluet Tengah di Kabupaten Aceh Selatan tertutup material longsor pada Minggu (25/10/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya. Peristiwa ini sempat menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga yang melintas di jalur tersebut.

Penanganan pun dilakukan secara cepat. Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE, anggota DPRK Aceh Selatan Idrus TM, Kalaksa BPBD Aceh Selatan, serta jajaran Muspika Kluet Utara langsung meninjau lokasi dan memimpin upaya pembersihan.

Untuk mempercepat proses normalisasi, alat berat segera dikerahkan menyingkirkan tumpukan tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan. Mobil pemadam kebakaran dari TNI Angkatan Darat dan BPBD juga ikut diterjunkan guna membantu membersihkan sisa lumpur yang masih menempel di permukaan jalan.

Letkol Inf Andrino D.N. Lubis menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara kolaboratif agar akses segera dapat dilalui kembali.

“Begitu terjadi bencana, kita harus bergerak cepat dan bersinergi untuk mengatasi dampaknya. Prioritas kita adalah membersihkan material longsor, memulihkan akses transportasi, serta memastikan keselamatan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi memicu bencana susulan,” ujar Dandim.

Hujan yang turun dengan intensitas tinggi sejak malam tidak hanya memicu longsor, tetapi juga menyebabkan genangan banjir di sejumlah titik. Kini, banjir di lokasi-lokasi terdampak dilaporkan telah surut, namun potensi bencana susulan dinilai masih ada selama cuaca belum membaik.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melewati jalur perbukitan dan kawasan rawan longsor. Apabila kondisi jalan dinilai belum aman, warga diminta tidak memaksakan diri melintas serta senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan tanda-tanda bahaya jika ditemukan di lingkungannya masing-masing.

Sinergi antar unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di tengah cuaca yang belum stabil.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *