Berita  

Usung Delapan Agenda Pembenahan, Muhammad Saman Resmi Kembalikan Berkas Pencalonan ke SC Konferprov XIII PWI Aceh

BANDA ACEH, Cakrawarta – Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Muhammad Saman, resmi mengembalikan berkas pendaftaran pencalonannya kepada Steering Committee (SC) Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh, Jumat (23/10/2026) sore.

Penyerahan berkas berlangsung di Gedung PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, di tengah guyuran hujan lebat. Namun, kondisi cuaca tersebut tidak menghalangi Muhammad Saman bersama tim pemenangan untuk menuntaskan tahapan administrasi pencalonan yang menjadi bagian penting dari proses pemilihan kepemimpinan PWI Aceh untuk lima tahun mendatang.

Dalam pengembalian berkas tersebut, Muhammad Saman menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan, termasuk dukungan anggota sekurang-kurangnya 10 persen dari jumlah pemilih yang menjadi acuan panitia. Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sekitar 320 orang, dukungan minimal yang dipersyaratkan berjumlah 32 anggota biasa PWI Aceh.

Kedatangan Muhammad Saman diterima langsung Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh, Azwani Awi yang akrab disapa Popon, didampingi Sekretaris SC Iranda Novandi, anggota SC Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon, serta Azhari Usman dari Pokja Qorum. Turut hadir Ketua Panitia OC Konferprov XIII PWI Aceh Nazar Ahadi.

Muhammad Saman hadir bersama sejumlah pimpinan media dan tokoh pers Aceh, di antaranya Aldin NL dari Waspada Aceh, Sulaiman selaku Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh, serta HT Anwar Ibrahim, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh.

Sejumlah anggota tim pemenangan Saman juga turut mendampingi proses penyerahan berkas tersebut.

Pengembalian berkas ini menjadi langkah lanjutan setelah Saman mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama penjaringan bakal calon, Senin (5/10/2026). Dengan penyerahan dokumen tersebut, ia menegaskan keseriusannya mengikuti seluruh tahapan pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.

Usung Gagasan Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang

Dalam pencalonannya, Muhammad Saman mengusung gagasan “Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang” sebagai arah kepemimpinan PWI Aceh periode 2026–2031.

Gagasan tersebut menempatkan kesinambungan program yang telah berjalan baik sebagai salah satu pijakan, sekaligus membuka ruang evaluasi dan pembenahan terhadap hal-hal yang dinilai masih perlu ditingkatkan dalam organisasi profesi wartawan tersebut.

Melalui visi dan misi yang ditawarkan, Saman ingin mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen. Organisasi wartawan, menurut arah program yang disusunnya, tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga harus mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota, meningkatkan kompetensi, serta menjaga martabat profesi wartawan di tengah perubahan lanskap media.

Visi yang diusung Muhammad Saman adalah:

“Mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, dan transparan sebagai organisasi profesi wartawan yang bermartabat, profesional, independen, serta mampu memperjuangkan kesejahteraan dan meningkatkan kompetensi wartawan di Aceh.”

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah agenda pembenahan organisasi, mulai dari penguatan integritas dan tata kelola hingga peningkatan kesejahteraan hingga kualitas sumber daya manusia wartawan.

Delapan agenda utama pembenahan PWI Aceh

Dalam materi visi dan misi pencalonannya, Muhammad Saman menawarkan delapan agenda utama yang menjadi landasan program kerja untuk periode 2026–2031.

Pertama, membangun organisasi yang bersih.

Saman menekankan pentingnya membangun PWI Aceh yang berintegritas dan bebas dari praktik penyalahgunaan wewenang. Prinsip etika, kedisiplinan, dan profesionalisme harus menjadi landasan dalam menjalankan or…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *