Berita  

Program BASAGA Dipertanyakan, Dinas Pertanian Aceh Selatan Terkesan Tutup Mata

ACEH SELATAN, Cakrawarta — Janji kemudahan bagi petani lewat program unggulan BASAGA (Bajak Sawah Gratis) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kini mengundang tanda tanya besar di tengah masyarakat. Program yang seharusnya meringankan beban biaya pengolahan lahan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah, realisasinya di lapangan justru belum terlihat jelas.

BASAGA digagas sebagai salah satu kebijakan utama di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dengan sasaran langsung meringankan biaya produksi petani serta mendorong peningkatan hasil pertanian di daerah. Namun hingga saat ini, bukti pelaksanaan program tersebut belum dapat dipastikan wujudnya.

Guna menelusuri sejauh mana program ini berjalan, Media mendatangi Kantor Dinas Pertanian Aceh Selatan pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 09.45 WIB untuk meminta keterangan langsung kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Zulkifli Nur, S.Pt.

Namun kehadiran wartawan menemui jalan buntu. Pimpinan dinas tidak berada di tempat. Keterangan yang diperoleh dari staf di kantor tersebut pun tidak memuaskan.

“Bapak belum masuk kantor,” ujar staf yang ditemui. Ketika ditanya apakah kepala dinas sedang bertugas di luar, jawabannya singkat: “Kami tidak tahu.”

Upaya konfirmasi tidak berhenti di situ. wartawan kemudian mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada Zulkifli Nur, meminta penjelasan terkait cakupan penerima manfaat, luas lahan yang telah dibajak, serta mekanisme penyaluran bantuan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan yang diterima.

Kekosongan informasi ini semakin menimbulkan keraguan mengingat program BASAGA menyentuh langsung kepentingan ribuan petani serta melibatkan anggaran dan sumber daya pemerintah daerah. Masyarakat berhak mengetahui data yang akurat: berapa hektare lahan yang telah dikerjakan, berapa petani yang telah terbantu, serta wilayah mana saja yang telah menjadi sasaran program ini.

Publik juga memerlukan kepastian mengenai tata cara pendataan dan penetapan penerima manfaat, agar bantuan benar-benar jatuh kepada yang berhak dan tidak sekadar menjadi isu tanpa realisasi.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pertanian maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terkait capaian keseluruhan program BASAGA. Awak media tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi serta data yang transparan kepada masyarakat.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *