BANDA ACEH, Cakrawarta — Dua pasangan bakal calon Ketua dan Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh telah resmi mendaftar pada hari pertama pembukaan pendaftaran, Senin (5/10/2026). Persaingan menuju Konferensi PWI Aceh periode 2026–2031 pun mulai terbentuk.
Nama-nama yang telah menyerahkan berkas pendaftaran adalah Muhammad Saman yang berpasangan dengan Tarmilin Usman, serta M. Nasir Nurdin — petahana — yang berpasangan dengan Muhammad Zairin. Pasangan pertama mendaftar pukul 15.00 WIB, sedangkan pasangan kedua menyusul pada pukul 17.00 WIB di Sekretariat PWI Aceh.
Sekretaris Steering Committee (SC) Konferensi PWI Aceh, Iranda Novandi, menyebutkan pendaftaran masih dibuka hingga 17 Oktober 2026, sehingga kemungkinan masih ada nama lain yang akan masuk.
“Jumlah bakal calon masih berpotensi bertambah. Nama lain yang disebut-sebut akan maju belum bisa kami sampaikan sebelum yang bersangkutan mendaftar secara resmi,” ujarnya.
Pendaftaran kali ini menerapkan aturan yang berbeda dari konferensi sebelumnya. Kini bakal calon harus melewati tahapan administratif dan verifikasi sejak awal, bukan lagi ditentukan langsung pada hari pelaksanaan konferensi.
“Dulu calon ditentukan saat hari H melalui usulan anggota. Sekarang harus mendaftar lebih dulu, diverifikasi, baru ditetapkan sebagai calon berhak,” jelas Iranda.
Selain itu, setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan minimal 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang setara dengan 32 surat dukungan dari anggota biasa. Cara pemungutan suara pun berubah — anggota tidak lagi menulis nama, melainkan mencoblos tanda gambar calon yang telah ditetapkan.
M. Nasir Nurdin yang mencalonkan diri kembali menyatakan langkahnya lahir dari dorongan sejumlah anggota dan bagian dari proses demokrasi organisasi. Jika terpilih, ia berjanji menyelesaikan agenda yang belum tuntas pada periode sebelumnya, antara lain memperkuat koperasi, membangun sistem administrasi digital, serta meningkatkan kapasitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Kita ingin PWI Aceh semakin mandiri, tidak terus bergantung pada pihak luar. Penguatan ekonomi organisasi menjadi salah satu prioritas utama,” ujar Nasir.
Jadwal tahapan selanjutnya meliputi verifikasi berkas 18–24 Oktober, masa perbaikan 25–31 Oktober, dan pengiriman berkas ke PWI Pusat pada 1 November 2026. Konferensi pemilihan dijadwalkan berlangsung 20–22 November 2026 di Banda Aceh.|red|












