Berita  

12 Pertemuan Menuju Baitullah: Manasik Haji KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj Resmi Dimulai

Foto: Cakrawarta.id

BANDA ACEH, Cakrawarta – KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj resmi membuka rangkaian pembinaan manasik haji untuk tahun berangkat 2027/1448 Hijriah. Acara pembukaan berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Ahad (6/9/2026), dan diikuti oleh 20 calon jamaah haji.

Kegiatan ini menjadi pelaksanaan manasik haji ketiga bagi KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj. Selama tiga tahun berjalan, pembinaan terus diarahkan tidak hanya untuk membekali jamaah dengan pengetahuan tata cara ibadah, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, serta mempererat kebersamaan antar sesama calon jamaah.

Ketua KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj, Hj. Zaidar Jaafar, S.Ag., dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar rangkaian teori, melainkan ruang belajar, bertanya, berlatih, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan spiritual terbesar dalam hidup.

“Manasik menjadi wadah bagi kita untuk memantapkan hati dan memperdalam pemahaman sebelum melangkah menuju Baitullah,” ujar Hj. Zaidar.

Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, S.P., M.Si. Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, H. A. Malik Musa, S.H., M.Hum. Kehadiran para pimpinan organisasi menjadi bentuk dukungan penuh terhadap upaya pembinaan jamaah haji yang dilakukan KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj.

Pada sesi materi pertama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., menyampaikan bahasan bertajuk “Dinamika dan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji Masa Kini”. Materi mencakup kebijakan penyelenggaraan, sistem pelayanan jamaah, kuota dan keberangkatan, peran KBIHU, alur pelayanan, tantangan masa kini, serta hak dan kewajiban jamaah haji.

Ketua Panitia Manasik Haji, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan manasik akan dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan. Setiap sesi dirancang agar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memperkuat kebersamaan, sehingga para calon jamaah semakin mantap mempersiapkan perjalanan suci.

Dari Masjid Taqwa Muhammadiyah, langkah awal pun dimulai. Dua puluh calon jamaah membawa harapan yang sama: semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi bekal, setiap latihan menjadi kesiapan, dan setiap doa menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *