ACEH SELATAN, Cakrawarta – Sejumlah warga Tapaktuan, meluapkan kekesalan atas sering terjadinya pemadaman dan penyalaan listrik secara tiba-tiba tanpa ada himbauan maupun keterangan sebelumnya dari pihak PLN Cabang Tapaktuan. Kondisi hidup-mati arus listrik yang berulang-ulang dalam waktu singkat ini dinilai sangat merugikan dan berpotensi besar merusak peralatan elektronik rumah tangga.
Kondisi ini terasa semakin memberatkan warga ketika pemadaman terjadi tepat di pagi hari, saat masyarakat sedang sibuk bersiap berangkat kerja, berangkat sekolah, maupun menyiapkan kebutuhan rumah tangga. Para ibu rumah tangga menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan, terganggu aktivitas memasak, menggiling bumbu, hingga menyiapkan keperluan keluarga.
Salah seorang ibu rumah tangga, Yati, mengaku sangat kesal karena ketidakpastian pasokan listrik itu membuat seluruh rencana aktivitas paginya menjadi kacau.
“Baru saja saya masak nasi, lampu mati. Tak lama kemudian hidup lagi, lalu mati lagi. Kalau begini terus, barang elektronik kami di rumah bisa rusak semua!” ujar Yati dengan nada emosi, Selasa (8/9/2026).
Warga khawatir, tegangan listrik yang naik-turun secara mendadak tanpa peringatan dapat merusak peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, mesin cuci, hingga perangkat elektronik lainnya yang harganya tidak murah. Mereka meminta pihak PLN memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, serta selalu menyampaikan informasi atau himbauan terlebih dahulu jika akan melakukan pemadaman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Cabang Tapaktuan belum memberikan tanggapan apa pun. Manajer PLN Cabang Tapaktuan, Rizal Fahmi, berulang kali tidak mengangkat telepon wartawan saat dikonfirmasi. Bahkan, pesan yang dikirimkan juga tidak dibalas. Padahal, hal seperti ini bukan pertama kalinya terjadi, pihak PLN Cabang Tapaktuan kerap dinilai tidak responsif saat dihubungi awak media maupun warga yang membutuhkan keterangan terkait gangguan listrik.|red|












