Berita  

Hardikda ke-67: SMKN 1 Gandapura Tekankan Evaluasi dan Pelestarian Budaya Aceh

Bireuen Cakrawarta.id
Bireuen Cakrawarta.id

BIREUEN, Cakrawarta – SMK Negeri 1 Gandapura, Kabupaten Bireuen, memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 dengan menggelar upacara bendera di lapangan sekolah, Rabu (02/09/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Upacara diikuti siswa-siswi kelas X dan XI, seluruh guru, serta tenaga kependidikan sekolah.

Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat”, peringatan kali ini tidak sekadar berlangsung seremonial. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nurliana, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan dari Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si., M.Pd.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas pengabdian dan sumbangsih yang telah diberikan dalam memajukan pendidikan di sekolah ini. Bapak dan Ibu mendidik taruna dengan penuh kesungguhan agar kelak tumbuh menjadi generasi berilmu, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Nurliana dalam amanatnya.

Ia mengajak seluruh warga sekolah menjadikan Hardikda ke-67 sebagai momentum evaluasi dan pemacu kemajuan. “Marilah kita menoleh sejenak, meninjau pencapaian serta kendala yang telah dihadapi, lalu menyusun langkah perbaikan yang lebih menyeluruh. Mari kita perkuat tekad untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap, religius, kreatif, dan inovatif, tetapi juga berkarakter ke-Acehan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” tegasnya.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan program bertajuk “Jejak Pustaka Budaya”. Melalui edukasi interaktif dan visual, siswa diperkenalkan langsung pada busana adat serta perkakas tradisional Aceh beserta makna sejarah dan fungsinya. Kegiatan ini bertujuan menjembatani generasi muda dengan kearifan lokal warisan leluhur agar identitas budaya Aceh tidak pudar dimakan zaman.

Suasana semakin hangat di sesi makan kue khas Aceh dan minum kopi bersama. Siswa dan guru berkumpul santai menikmati keukarah, timphan, bhoi, meuseukat, serta kopi khas Aceh. Di samping melestarikan kuliner tradisional, momen ini juga menjadi ruang komunikasi terbuka yang mempererat ikatan kekeluargaan antarwarga sekolah sekaligus menanamkan adab dan budi pekerti luhur dalam tradisi berkumpul masyarakat Aceh.

“Selain melepas penat sejenak dari rutinitas belajar, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga sekaligus kepedulian terhadap warisan budaya sendiri. Semoga semangat Hardikda ke-67 senantiasa mengiringi langkah kita memajukan pendidikan Aceh menuju generasi yang unggul dan bermartabat,” tutup Nurliana.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *