Daerah  

BFLF Hadirkan Rumah Singgah dan Program Titip Kursi Roda, Ringankan Beban Pasien di Aceh Selatan‎

ACEH SELATAN,Cakrawarta- Blood For Life Foundation (BFLF) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan, melalui berbagai program sosial termasuk penyediaan rumah singgah bagi pasien rujukan.

‎Ketua Umum BFLF, Michael O, menjelaskan keberadaan Rumah Singgah Aceh Selatan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang menjalani pengobatan di luar daerah. Dengan fasilitas yang memadai, pasien tidak perlu khawatir harus pulang larut malam setelah menjalani pemeriksaan atau perawatan medis.

‎Selain tempat tinggal sementara, BFLF juga menyediakan layanan transportasi untuk mengantar dan menjemput pasien menuju rumah singgah maupun kembali ke daerah asal sesuai kebutuhan.

‎“Inilah bentuk pelayanan yang kami berikan agar masyarakat yang sedang sakit dapat memperoleh kemudahan mengakses layanan kesehatan,” ujar Michael.

‎BFLF juga meluncurkan program unggulan bernama Layanan Titip Kursi Roda, yang merupakan program perdana dan nantinya dapat dijadikan model untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, masyarakat yang membutuhkan kursi roda dapat meminjamnya selama masa perawatan. Setelah tidak diperlukan lagi, kursi roda dikembalikan agar bisa dimanfaatkan oleh pasien lain.

‎“Program ini bukan memberikan kursi roda secara permanen, melainkan meminjamkan sesuai kebutuhan. Setiap unit memiliki nomor identitas dan nama pewakafnya, sehingga manfaatnya dapat terus berkelanjutan,” jelasnya.

‎Rumah Singgah Aceh Selatan ini diwakafkan oleh Kasmarizal, atau akrab disapa Ujang Kasim, atas nama almarhum ayahnya, Haji Muhammad Kasim bin Khairuman. BFLF berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berwakaf dan berkontribusi membantu sesama. Menurutnya, salah satu bentuk bakti anak kepada orang tua yang telah tiada adalah melalui amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan orang lain.

‎Saat ini BFLF telah mengelola empat rumah singgah: dua unit di Banda Aceh untuk pasien rujukan tingkat provinsi, satu unit di Medan dekat Rumah Sakit Adam Malik, serta Rumah Singgah Aceh Selatan yang baru diresmikan. Rumah singgah di Medan selama ini banyak dimanfaatkan pasien asal Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa yang berobat ke RSUP H. Adam Malik.

‎Mengusung moto “Melayani Sepenuh Hati” dan tagline “Memuliakan dan Membahagiakan”, BFLF meyakini pasien yang diperlakukan dengan baik akan memiliki semangat lebih besar untuk pulih. Lembaga ini menegaskan seluruh program yang dijalankan merupakan bentuk dukungan terhadap tugas pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial lainnya.

‎“Pada hakikatnya, apa yang kami lakukan adalah mendukung kerja pemerintah. Kekuatan kebaikan tidak bisa berjalan sendiri, harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

‎Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian besar kegiatan BFLF masih didanai secara mandiri dan belum menerima dukungan pendanaan dari pemerintah. Meski demikian, sejak berdiri tahun 2017, BFLF terus berupaya melayani masyarakat kurang mampu lewat bantuan biaya pengobatan, layanan donor darah, hingga dukungan transportasi kesehatan. Ke depannya, semangat gotong royong dan inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

‎Sementara itu, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BFLF serta keluarga besar almarhum H. Muhammad Kasim bin Khairuman atas kepedulian yang ditunjukkan. Menurutnya, kehadiran rumah singgah ini adalah wujud nyata bantuan bagi pasien dan keluarga yang harus berobat ke RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.

‎“Rumah singgah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah harapan yang memberikan kenyamanan, ketenangan, sekaligus meringankan beban mereka yang sedang berikhtiar sembuh,” ujar Mirwan.

‎Ia menjelaskan rumah sakit tersebut kini menjadi rujukan regional yang melayani pasien dari berbagai kecamatan di Aceh Selatan dan kabupaten tetangga. Kondisi ini membuat banyak keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi. Oleh sebab itu, kehadiran rumah singgah sangat membantu, terutama bagi mereka yang berdomisili jauh dan memiliki keterbatasan ekonomi.

‎Bupati juga menyambut baik peluncuran program Titip Kursi Roda dan Titip Kepedulian yang dijalankan bersamaan dengan peresmian. Ia berharap kedua program itu memperkuat semangat gotong royong sekaligus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh keikhlasan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

‎Kemudian, Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa SE menambahkan bahwa rumah singgah ini hadir untuk membantu pasien rawat jalan dan keluarga yang berobat di RSUD dr. H. Yuliddin Away maupun RS Cahaya Sehat Tapaktuan. Fasilitas ini juga melayani masyarakat dari Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil.

‎Selain tempat tinggal sementara, rumah singgah ini menjadi pusat berbagai layanan kemanusiaan, seperti donor darah, pendampingan pasien, pinjam pakai kursi roda, sedekah makanan dan air minum, rawat luka, layanan ambulans, serta tempat istirahat bagi ibu melahirkan.

‎“Semoga Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Khairuman dan Program Titip Kursi Roda ini senantiasa meringankan beban sesama, menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi semua pihak yang terlibat,” pungkas Gusmawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *