BANDA ACEH, Cakrawarta – Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Tgk. H. Muhammad Yunus, S.H., atau yang akrab disapa Abon Yunus, menggelar silaturahmi sekaligus bincang santai bersama sejumlah insan pers Aceh di Warkop Siddiq Kupi, kawasan Lambhuk, Banda Aceh, pada Senin (10/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan ini menjadi langkah nyata memperkuat komunikasi serta membangun sinergi yang lebih erat antara BMA dengan dunia pers. Tujuannya agar informasi terkait kebijakan, program, serta tata kelola zakat, infak, dan harta keagamaan lainnya dapat tersampaikan secara tepat, terbuka, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat di Aceh.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. M. Yusuf Al-Qardhawy, S.H., M.H. Di tengah suasana santai, para peserta saling bertukar pandangan mengenai perkembangan pengelolaan Baitul Mal serta peran penting media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Abon Yunus menegaskan, hubungan yang harmonis dan komunikasi yang lancar dengan insan pers adalah hal yang sangat mendasar bagi BMA. Media dipandang sebagai mitra strategis yang mampu menyampaikan informasi yang benar dan transparan kepada publik.
“Pers merupakan mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi seperti ini perlu terus kita jaga dan bangun,” ujar Abon Yunus.
Melalui sinergi yang terjalin, ia berharap pemahaman masyarakat mengenai kewajiban berzakat serta berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BMA semakin meningkat. Berbagai upaya dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas pun dapat diketahui secara transparan dan menyeluruh.
Sementara itu, Dr. Tgk. M. Yusuf Al-Qardhawy juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta kolaborasi erat antara lembaga pengelola zakat dan media. Kehadiran pers, kata ia, sangat membantu masyarakat memahami bagaimana zakat dikelola dan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya.
Diskusi yang berlangsung hangat tak hanya membahas urusan kelembagaan, namun juga menyentuh berbagai isu sosial kemasyarakatan yang berkembang di tengah masyarakat Aceh.
Silaturahmi ini pun diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan, guna mempererat hubungan BMA, Baitul Mal Kota Banda Aceh, dan insan pers — semuanya bersatu mendorong transparansi tata kelola zakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat di Tanah Rencong.[red]












