ACEH SELATAN, Cakrawarta – Dugaan atas RDP tertutup ini didapat info yang terkonfirmasi pada pihak terkait atas permintaan dari pihak management rumah sakit sendiri untuk menjaga nama baik bupati Aceh Selatan
Bahwa alasan krusialnya adalah, salah satu tenaga PTT yang direkrut RSUDYA tersebut adalah adik kandung istri pejabat Aceh Selatan yang bernama Reza Pahlevi bahkan beliau langsung di tempatkan di posisi strategis lingkup manajemen di bahagian Klaim/JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)
Menanggapi hal tersebut, Forum Peduli Aceh selatan (ForPAS) T.Sukandi mengatakan, semestinya alasan ini bukanlah pelanggaran hukum karena, “Setiap warganegara sama dihadapan hukum dan pemerintahan dan setiap warganegara berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan penghidupan kemanusiaan” (UUD 1945)
Serta, “Semua orang sama dihadapan hukum dan tidak boleh dilakukan perbedaan sedikitpun juga dalam pelaksanaan hukum itu pada setiap orang” (Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia 10 Desember 1948 Den Haag Belanda)
Hanya saja yang keliru itu adalah pihak manajemen rumah sakit yang membuat diskriminasi atas rekrutmen PTT tertutup yang mereka laksanakan, mungkin saja seperti dugaan penilaian banyak orang bahwa tindakan yang dilakukan management rumah sakit itu bertujuan untuk mengambil hati Usernya (bupati) tapi tampa disadari apa yang dilakukan management RSUDYA Tapaktuan telah membuat malu bupati Aceh Selatan, pungkas Sukandi.|red|












