ACEH SELATAN, Cakrawarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan resmi menerima bantuan berupa satu unit ekskavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Bantuan ini disiapkan khusus untuk mendukung upaya pemulihan sektor kelautan dan perikanan yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir hidrometeorologi, dengan proses penyerahan yang berlangsung di Tapaktuan pada Senin (3/8/2026).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Selatan, Hadi Suhaima, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran alat berat ini akan sangat membantu mempercepat langkah rehabilitasi. Berbagai fasilitas penting seperti lahan tambak, saluran irigasi pendukung usaha perikanan, hingga jalan produksi di kawasan pesisir yang terdampak banjir nantinya bisa diperbaiki lebih cepat.
“Tujuan utama pemberian ekskavator ini adalah untuk mendukung penanggulangan pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan dan pengembangan sektor perikanan budidaya di wilayah kita,” ujar Hadi saat ditemui, Selasa (4/8/2026) sore.
Ia menambahkan, Kabupaten Aceh Selatan menjadi salah satu daerah penerima bantuan karena masuk dalam daftar wilayah yang terdampak cukup parah oleh banjir hidrometeorologi di kawasan Sumatera. Keberhasilan terealisasinya bantuan ini juga tak lepas dari komunikasi dan kerja sama yang terjalin baik antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Mirwan, S.E., M.Sos., dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Untuk pemanfaatannya nanti, ekskavator akan diprioritaskan di lokasi-lokasi yang terdampak langsung bencana, serta kawasan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya perikanan. Namun, pelaksanaan pengoperasiannya masih menunggu petunjuk teknis resmi yang akan disampaikan oleh pihak KKP.
Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Dukungan dari pemerintah pusat ini dinilai sangat berarti untuk mempercepat pemulihan infrastruktur kelautan dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir..[red]












