JAKARTA, Cakrawarta – Banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk melunasi iuran, namun sering terhalang kendala menyiapkan dana secara penuh saat jatuh tempo. Kesulitan ini paling banyak dirasakan oleh segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang penghasilannya tidak menentu setiap bulan. Menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan resmi meluncurkan inovasi baru bernama Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN), yang memungkinkan peserta menyiapkan dana pembayaran secara bertahap.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan program ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah peserta yang tetap aktif.
“Hingga per 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di seluruh Indonesia sudah mencapai 98,60% dari total penduduk. Namun, tingkat keaktifan peserta baru tercatat 80,25%. Artinya, masih ada sebagian peserta yang statusnya tidak aktif karena berbagai alasan, termasuk kesulitan membayar iuran secara tepat waktu,” ungkap Pujo dalam acara peluncuran program di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menurut Pujo, NADI JKN hadir sebagai solusi agar peserta bisa merencanakan pembayaran iuran dengan cara yang lebih ringan dan sesuai kemampuan. Diharapkan semakin banyak peserta yang bisa menjaga status kepesertaan tetap aktif dan terus mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Program ini dirancang dalam dua skema layanan agar bisa menjangkau berbagai kalangan masyarakat, yaitu skema digital-kolektif dan skema konvensional-perorangan.
Pada skema digital-kolektif, peserta mendaftar lewat platform mitra resmi seperti aplikasi digital maupun ekosistem komunitas yang telah bekerja sama. Peserta bisa menyisihkan uang secara berkala—baik harian maupun mingguan—lewat fitur yang disediakan. Ketika dana yang dikumpulkan sudah cukup untuk membayar iuran, mitra akan langsung melunasi tagihan ke rekening virtual BPJS Kesehatan. Saat ini, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk menjadi mitra pertama dengan sasaran utama para pengemudi ojek daring.
Sementara itu, skema konvensional-perorangan memfasilitasi peserta yang ingin menabung lewat lembaga yang sudah dikenal di lingkungannya, seperti koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), atau organisasi kemasyarakatan. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membayar iuran saat jatuh tempo. Tahap awal uji coba program ini berjalan di lima Kantor Cabang BPJS Kesehatan, yaitu Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Pare-Pare.
“Ke depannya, kami berharap NADI JKN bisa diperluas jangkauannya, baik melalui kerja sama dengan lebih banyak aplikasi digital maupun menjangkau wilayah yang lebih luas, sesuai rencana pengembangan yang telah kami susun,” tambah Pujo.
Peluncuran program ini juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Ia menilai inovasi ini sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
“NADI JKN sangat relevan dengan kehidupan warga desa. Saya berharap seluruh BUMDes, koperasi desa, dan lembaga masyarakat di desa bisa menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menjalankan program ini, agar perlindungan kesehatan bisa dirasakan merata sampai ke pelosok,” ujar Wamendes.
Beberapa kerja sama dengan mitra daerah pun sudah terjalin, antara lain BUMDes Mandiri Utama Kemuja di Pangkal Pinang, BUMDes Tirta Mandiri dan BUMDes Tumang di Boyolali, PT Pos Indonesia di Banyuwangi, serta Koperasi Desa Merah Putih Mattiro Ade di Parepare.
Dukungan juga datang dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni sekaligus Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Raffi Ahmad. Ia mengajak generasi muda, pekerja sektor informal, dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan program ini demi menjaga perlindungan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga.
“NADI JKN adalah bukti keseriusan BPJS Kesehatan menghadirkan solusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan cara ini, kita tidak perlu terbebani membayar iuran sekaligus, cukup menyisihkan sedikit demi sedikit agar perlindungan kesehatan keluarga tetap terjaga,” kata Raffi.
Sebagai mitra awal, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyambut baik pelaksanaan skema digital-kolektif. Dyan Shinto Eko Nugroho, Kepala Hubungan Masyarakat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, menjelaskan mekanisme ini memanfaatkan sistem pemotongan harian yang sudah dikembangkan perusahaan.
“Para mitra kami bekerja keras demi keluarga mereka. Saat ini tercatat sudah ada 3.147 mitra Gojek yang telah bergabung dalam program ini, sehingga mereka dan anggota keluarganya terlindungi dari risiko biaya pengobatan yang tak terduga,” tutup Dyan.|red|












