GANDAPURA, Cakrawarta – SMK Negeri 1 Gandapura dan SMA Negeri 1 Gandapura resmi mengikat janji kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di lingkungan SMAN 1 Gandapura, Jumat (31/7/2026) pagi. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya bersama memperkokoh pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta mewujudkan gerakan “Bela dan Beli Produk SMK” yang digagas Dinas Pendidikan Aceh.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kedua sekolah. Dari pihak SMKN 1 Gandapura hadir didampingi Waka Kurikulum Bidang Humas Julaidar, S.Pd., M.Pd., beserta tim kreatif sekolah Fatihah, S.Pd. dan Sofyan, S.Pd. Sementara dari SMAN 1 Gandapura dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gustina Fitriani, S.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana. Perjanjian tersebut ditandatangani secara resmi oleh Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan, S.Si., M.Pd., bersama Kepala SMAN 1 Gandapura M. Jamil Husen, S.Pd.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kesepakatan tertulis, melainkan langkah nyata agar pengelolaan BLUD tidak hanya berhenti pada rencana bisnis di atas kertas.
“Kami ingin membangun ekosistem usaha yang saling mendukung, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan siswa kami benar-benar hidup dan berkembang. Mulai hari ini, kita tanamkan gerakan bela dan beli produk SMK: jika ada kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh produk sekolah kami, maka utamakan beli di sini,” tegas Feri sesaat sebelum penandatanganan berlangsung.
Ia menambahkan, setiap SMK memiliki keunggulan tersendiri sesuai karakteristik keahliannya. Khusus di SMKN 1 Gandapura, terdapat program keahlian Agribisnis Peternakan serta Desain dan Produksi Busana yang siap menghasilkan produk berkualitas untuk dimanfaatkan maupun dibeli oleh masyarakat, termasuk sesama satuan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gandapura M. Jamil Husen menyambut hangat kerja sama ini. Menurutnya, dukungan terhadap produk SMK juga merupakan bentuk pembelajaran nyata bagi siswa sekolah umum untuk mengenal dunia keterampilan dan usaha.
“Ini adalah langkah konkret kami mendukung penguatan pendidikan vokasi. Kami percaya kolaborasi semacam ini membuka peluang bagi peserta didik belajar langsung keterampilan praktis, sekaligus mempersiapkan mereka lebih siap menghadapi dunia kerja dan kemandirian,” ujar Jamil Husen.
Lingkup kerja sama yang disepakati mencakup sejumlah poin utama:
- Mengutamakan penggunaan produk dan jasa dari unit BLUD SMKN 1 Gandapura sesuai kebutuhan;
- Saling mempromosikan produk BLUD kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar;
- Menggelar bazar, pameran, serta kegiatan promosi bersama;
- Mengembangkan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra;
- Serta pelaksanaan pelatihan, magang, dan pendampingan keterampilan apabila diperlukan.
Lewat kesepakatan ini, unit usaha SMKN 1 Gandapura siap menyediakan berbagai kebutuhan. Dari sektor peternakan tersedia susu kambing, telur puyuh, hingga hewan ternak hasil penggemukan. Sementara dari jurusan busana, sekolah sanggup memenuhi kebutuhan seragam sekolah, pakaian praktik laboratorium, baju olahraga, mukena, jempal, hingga aneka aksesoris seperti gantungan kunci.
Diharapkan, gerakan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain agar mengutamakan belanja kebutuhan operasional ke BLUD SMK terdekat. Dengan begitu, anggaran pendidikan dapat terus berputar di dalam lingkungan ekosistem pendidikan itu sendiri, untuk kemajuan bersama dan kesejahteraan peserta didik.|red|












