Cakrawarta – Sisa dampak banjir beberapa hari yang lalu masih terasa nyata bagi masyarakat Gampong Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Tidak hanya jalan usaha tani menuju lahan persawahan yang amblas dan terputus, jaringan air bersih serta saluran irigasi warga juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
Jalan yang merupakan satu‑satunya jalur menuju sawah bagi puluhan petani tersebut tergerus dan amblas setelah diterjang banjir akibat hujan deras. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat saat ini tidak dapat melintas sama sekali.
“Benar, jalan ini amblas setelah hujan deras. Air sungai naik dan menghantam bahu jalan sampai terputus. Sekarang petani tidak bisa lewat,” ujar Keuchik Gampong Alur Mas, Zazuli, Selasa (27/10/2026).

Menurut penuturan Zazuli, jalan tersebut memiliki peran sangat vital bagi kehidupan warga. Setiap hari jalur ini dilalui para petani untuk mengangkut bibit tanaman, pupuk, hingga hasil panen. Terputusnya akses tersebut membuat biaya pengangkutan menjadi membengkak dan keseluruhan aktivitas pertanian warga terganggu.
Bukan hanya kerusakan pada jalan, dampak terparah lainnya juga terjadi pada jaringan air bersih milik gampong.
“Akibat hujan deras dan banjir, pipa transmisi dan distribusi air bersih banyak yang putus, bergeser, hingga tertimbun lumpur tebal. Akibatnya aliran air ke rumah warga tersumbat total,” jelas Zazuli.
Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian warga pun ikut lumpuh. Saluran irigasi hancur, dinding jebol, dan tertimbun lumpur serta bebatuan. Air tidak bisa mengalir ke lahan sawah.
Menghadapi kondisi itu, warga Alur Mas tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka turun tangan melakukan perbaikan darurat secara swadaya.
Menggunakan peralatan seadanya, warga membersihkan tumpukan lumpur, menyambung kembali pipa yang putus, serta mengeruk saluran irigasi yang tertimbun material banjir.
Namun, Zazuli menegaskan perbaikan swadaya hanya bersifat sementara. Untuk pemulihan permanen, pihaknya sangat berharap bantuan dari pemerintah.
“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan, khususnya untuk perbaikan total saluran irigasi, pengerukan sedimentasi, serta penyediaan pipa pengganti untuk jaringan air bersih yang terputus,” pungkas Zazuli.|red|












