Berita  

Dua Santriwati Al Zahrah Ukir Prestasi Juara Pidato Bahasa Asing di MTQ Antar Dayah Bireuen

BIREUEN, Cakrawarta –Pesantren Modern Al Zahrah kembali menambah lembar kebanggaan. Dua santriwati unggulannya sukses meraih Juara 1 dan Juara 2 pada cabang Pidato Bahasa Asing dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Dayah ke-XIV se-Kabupaten Bireuen Tahun 2026.

Rahma Khairani, santriwati kelas 4B KMI, tampil paling meyakinkan dan menyabet Juara 1 untuk kategori Pidato Bahasa Inggris. Sementara itu, Humaira dari kelas 5B KMI tak kalah membanggakan dengan meraih Juara 2 pada kategori Pidato Bahasa Arab.

Pengumuman para pemenang disampaikan panitia pada Selasa malam, 25 Agustus 2026, di halaman Dayah Darussa’adah, Kecamatan Jeumpa. Keduanya bersaing ketat melawan peserta terbaik dari berbagai dayah dan pesantren — baik beraliran salafi maupun modern — yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen.

Keberhasilan manis itu ternyata lahir dari masa pembinaan yang tergolong singkat, yakni hampir dua pekan terakhir. Di bawah arahan dan bimbingan Ustazah Jumiati, S.Pd., Rahma dan Humaira menyempatkan diri berlatih setiap sore hingga menjelang malam. Materi yang diasah bukan sekadar isi teks pidato semata, melainkan juga tata intonasi, ekspresi dan gerak tubuh, hingga pembinaan mental agar tampil percaya diri di hadapan dewan juri.

“Kami tidak menyangka bisa juara. Namun kami tetap berlatih dalam waktu yang tergolong singkat setiap sore dan malam bersama Ustazah Jumiati,” ujar Rahma dengan penuh rasa syukur sesaat setelah menerima piala kemenangan.

Ustazah Jumiati selaku pembimbing pun turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ketekunan kedua santrinya. “Anak-anak ini punya semangat yang luar biasa. Mereka rela berlatih hingga larut malam. Hasil yang diraih hari ini adalah buah dari kerja keras mereka sekaligus doa tulus segenap keluarga besar Al Zahrah,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media.

Bagi Rahma, gelar ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya ia sudah menjuarai Al Zahrah Sports and Arts Competition (ASAC) 2026, serta meraih Juara 1 Pidato Bahasa Inggris Antar Dayah di Pesantren Entrepreneur pada tahun 2025. Ketertarikannya pada pidato bahasa Inggris tumbuh sejak pertama kali menginjakkan kaki di Al Zahrah karena terpesona dengan pelafalan bahasanya. “Alhamdulillah, prestasi baru ini menambah semangat baru bagi saya,” ucap Rahma yang bercita-cita kelak menjadi seorang sarjana manajemen.

Sementara itu, Humaira pun memiliki deretan prestasi yang tak kalah gemilang. Ia tercatat sebagai Juara 1 Tahfiz tingkat Tsanawiyah, Juara 1 Asmaul Husna tingkat Tsanawiyah, sekaligus peraih predikat Bahasa Terbaik antar santri. Baginya, mengikuti lomba pidato bahasa Arab adalah langkah keluar dari zona nyaman. “Mengikuti lomba pidato ini menjadi sebuah tantangan baru sekaligus sarana melatih kemampuan diri saya,” ungkap Humaira yang bercita-cita menjadi ahli tafsir Al-Qur’an.

Selain dua cabang yang melahirkan juara, pesantren ini juga mengirimkan wakilnya ke empat cabang lain, yaitu Tilawatil Qur’an, Pidato Bahasa Indonesia, Syarhil Qur’an, serta Qiraatul Kutub. Para santri yang turun berlaga di antaranya Raihan Abadi, Muhammad Luthfi, Lunia Farena beserta dua rekannya, serta Naeskhi Aniswa dan Aufturrima. Meski belum berhasil menembus peringkat tiga besar, keikutsertaan mereka tetap menjadi pengalaman berharga.

MTQ Antar Dayah ke-XIV ini digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) oleh Yayasan Pendidikan Islam Darussa’adah Cot Tarom Baroh, dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menyambut gembira capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa santri tak hanya unggul dalam bidang ilmu agama, namun juga mampu bersaing dalam penguasaan bahasa Arab maupun bahasa Inggris.

“Ini bukti nyata bahwa santri Al Zahrah siap menjadi dai dan daiyah yang cerdas, berakhlak mulia, sekaligus menguasai bahasa. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi,” harapnya.

Kini, dengan bertambahnya dua piala baru, Pesantren Modern Al Zahrah kembali menegaskan tekadnya untuk terus melahirkan generasi santri yang berprestasi, berkarakter mulia, dan kelak berkontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *