ACEH SELATAN, Cakrawarta – Suasana Rumoh Agam, Tapaktuan, berubah menjadi panggung semangat belajar pada Minggu (23/8/2026). Sebanyak lebih dari 500 peserta, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga kategori umum, turut meramaikan Lomba Berhitung Fakultas Teknik (LBFT) Regional Aceh Selatan 2026.
Acara tahunan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ini mengusung tema: “Berhitung dengan Cepat, Bertindak dengan Tepat Menuju Aceh Bermartabat.” LBFT kini telah menjadi agenda rutin selama lebih dari 30 tahun—bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah emas untuk mengasah ketelitian, kecepatan berpikir, kepercayaan diri, serta daya saing generasi muda.
Hadir memeriahkan pembukaan, perwakilan Kementerian Agama Aceh Selatan, perwakilan Dinas Pendidikan, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Annadwi, S.Pd., MM.
Ketua Panitia LBFT 2026, T. Fathan Fernanda, menyambut antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para siswa, guru, maupun orang tua. “Angka partisipasi yang tinggi ini membuktikan kepercayaan masyarakat pada kegiatan yang memacu kemampuan akademik ini,” ujarnya. Ia pun berpesan agar seluruh peserta berlomba dengan semangat, kejujuran, dan sportivitas, menjadikan momen ini sebagai bekal pengalaman berharga.
Apresiasi juga mengalir dari Ikatan Alumni Teknik Sipil Aceh Selatan yang diwakili Emi Bakti. Ia menyambut hangat kembalinya LBFT setelah jeda tahun lalu. Menurutnya, lomba ini krusial untuk menumbuhkan minat serta kemampuan matematika sejak dini. “Jangan takut salah, jangan takut kalah, dan jangan takut mencoba. Menang itu harapan, namun keberanian bersaing dan pengalaman jauh lebih berharga,” pesannya menyemangati peserta.
Sementara itu, Asisten III Pemkab Aceh Selatan, Suhatril, hadir mewakili Bupati menilai LBFT selaras dengan visi daerah melahirkan generasi unggul. Di tengah arus zaman yang bergerak cepat, generasi muda dituntut lincah beradaptasi, tajam berpikir, dan tepat memutuskan. “Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, berikan yang terbaik bagi nama sekolah dan kebanggaan orang tua,” ucap Suhatril. Ia juga menilai kompetisi ini efektif sebagai sarana evaluasi kemajuan pendidikan di lapisan paling dasar.
Didukung penuh oleh para alumni, sekolah, guru, dan masyarakat luas, LBFT 2026 tak sekadar mencetak juara hitungan. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan fondasi mental: berani, mandiri, percaya diri, dan penuh semangat prestasi bagi masa depan Aceh Selatan.
LBFT 2026: Cepat berhitung, tepat berpikir, berani berprestasi.|red|












