BANDA ACEH, Cakrawarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mengusulkan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau yang akrab disapa Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Udin sendiri tercatat sebagai anggota PWI dengan nomor anggota 13.00.3794.92.M.VI. Wartawan harian Bernas Yogyakarta itu mengalami penganiayaan pada 13 Agustus 1996, sempat dirawat di RS Bethesda Yogyakarta, sebelum akhirnya meninggal dunia pada 16 Agustus 1996. Hingga kini, kasus yang menimpanya belum terungkap secara tuntas, padahal sudah berlalu hampir tiga dekade.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan bahwa upaya mengungkap kebenaran atas kematian Udin tidak boleh berhenti.
“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” ujar Nasir, sejalan dengan pernyataan Ketua PWI DIY, Hudono.
Ia juga berharap upaya pengusulan tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi kenyataan, sebagai bentuk penghargaan negara terhadap pengorbanan seorang wartawan.
“Pastinya PWI Aceh sangat mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY, semoga usulan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional menjadi kenyataan. Ini bentuk penghargaan negara terhadap wartawan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan keputusan Konferensi Provinsi PWI DIY Tahun 2025. Proses pengusulan akan dilakukan melalui sejumlah tahapan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.|red|












