ACEH SELATAN, Cakrawarta – Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, S.E., terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Selatan untuk masa bakti 2026–2031.
Adapun penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI PMI yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Selatan, Tapaktuan, pada Kamis (24/9/2026).
Baital memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta yang hadir, mewakili pengurus PMI tingkat kecamatan, Korps Sukarela (KSR), maupun Tenaga Sukarela (TSR).
“Saudara Baital Mukadis mendapat dukungan 100 persen dari 36 peserta pengurus 18 kecamatan. Dua kecamatan yang tidak hadir yakni Samadua dan Trumon,” ujar Panitia Pelaksana Muskab VI, Zulfahmi, seusai proses pemilihan.
Muskab VI dibuka oleh Asisten I Setdakab Aceh Selatan, Erwiandi, S.Sos., M.Si., dan dihadiri langsung Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, unsur Forkopimda, serta kepala SKPK lingkup Pemkab Aceh Selatan. Sidang pemilihan dipimpin langsung Murdani Yusuf didampingi Ketua Panitia Pelaksana Syairul Basni, S.KM., dan Wahdi. Proses berjalan lancar dan penuh suasana musyawarah.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menyampaikan bahwa ketua terpilih diberikan waktu maksimal tiga bulan untuk menyusun kepengurusan baru. “Semakin cepat susunan pengurus terbentuk, semakin baik agar roda organisasi kemanusiaan ini dapat berjalan optimal,” katanya.
Terpilihnya Baital Mukadis, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta. Amanah ini akan dijalankan dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.
“Terima kasih kepada semuanya yang telah mempercayai saya. Mari kita bekerja bersama untuk membawa PMI Aceh Selatan ke arah yang lebih baik,” ujar Baital.
Ia menegaskan organisasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pengurus, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Utamakan kesolidan, kekompakan, dan bangun sinergi agar bahtera kemanusiaan ini berjalan optimal,” pesannya.
Transparansi juga menjadi penekanan utama. Baital meminta seluruh elemen menyingkirkan kepentingan pribadi maupun kelompok, dan mengutamakan kebutuhan masyarakat luas.
“PMI Aceh Selatan akan maju jika dikelola secara transparan, bebas dari kepentingan golongan, dan berfokus pada pelayanan publik,” tegasnya.
Selain pembenahan organisasi, Baital menyambut baik dorongan hadirnya Unit Donor Darah (UDD) di Aceh Selatan agar masyarakat wilayah Barat-Selatan Aceh tidak perlu jauh-jauh mencari pelayanan kebutuhan darah. Ia berharap dukungan dari PMI Provinsi Aceh dan partisipasi semua pihak dapat mewujudkan rencana tersebut.|red|












