ACEH SELATAN, Cakrawarta – Sebanyak 30 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan dan Politeknik Aceh Selatan menjadi peserta dalam kegiatan Dialog Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Catherine, Tapaktuan, pada Sabtu (17/10/2026) ini mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Berbudaya dan Melestarikan Kesenian”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa berdiskusi secara langsung bersama para narasumber untuk memperdalam pemahaman mengenai urgensi menjaga dan mewariskan kekayaan budaya serta kesenian tradisional, khususnya yang ada di wilayah Aceh Selatan.
Ketua STAI Tapaktuan, Dr. Sufyan Ilyas, S.Th., M.H., menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kehadiran generasi muda dalam pelestarian budaya sangatlah strategis.
“Mahasiswa memegang peran kunci dalam menjaga dan meneruskan budaya lokal. Kami berharap mereka tidak sekadar memahami nilai-nilai budaya, tetapi benar-benar merawat dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya,” ujar Sufyan.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ruang-ruang kebudayaan juga merupakan bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter bangsa, agar generasi muda tetap memiliki rasa bangga terhadap identitas dan kearifan lokal di tengah arus perubahan zaman.
Sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi aktifnya, seluruh peserta yang hadir menerima sertifikat resmi dari Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai komunitas budaya dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan tradisi serta kesenian khas Aceh Selatan ke depan.|red|


