Berita  

Berjuang di Bawah Hujan dan Panas, Penjual Sate di Aceh Selatan Tetap Teguh Demi Istri dan Anak

ACEH SELATAN, Cakrawarta – Di Desa Payong Nangadang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, terdapat sosok pria yang menjadi tulang punggung keluarga di tengah keterbatasannya, Afrizal (49), ia tinggal bersama istri tercinta Santi Yosepa dan seorang anak yang kini telah duduk di bangku SMP. Sejak kecil hingga kini, Afrizal telah membuktikan bahwa keteguhan hati dan kerja keras tidak akan pernah gagal membawa harapan, meski jalan yang dilalui penuh rintangan.

Sehari-hari, Afrizal menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai penjual sate keliling. Ia memulai perjalanannya dari rumahnya di Payong Gadang hingga ke pusat kota Samadua, namun hasil yang didapatkannya tidaklah menentu. Jika hari itu pembeli banyak, ia hanya bisa meraup sekitar Rp150.000 per hari. Namun jika pembeli sedikit, penghasilannya bahkan turun drastis menjadi hanya Rp30.000. Tak jarang, ketika dagangannya sama sekali tidak laku, ia berani melangkah lebih jauh hingga ke Kecamatan Tapaktuan dan Sawang demi mencari rezeki tambahan.

Tekad Kuat di Balik Keterbatasan
Kehidupan Afrizal semakin berat namun semakin membuatnya bersemangat ketika istri tercintanya jatuh sakit. Sejak anaknya masih duduk di bangku TK hingga kini, perjuangan tersebut berlanjut. Dalam tiga bulan terakhir ini, istri Afrizal telah berulang kali dirawat di rumah sakit, menuntut biaya yang tidak sedikit. Semua kebutuhan rumah tangga itulah yang menjadi beban berat yang harus dipikulnya sendirian.

Di saat kondisi keuangan sedang terpuruk, Afrizal tetap tidak mau menyerah. Ia tetap membawa sepeda motor tua yang sudah berusia puluhan tahun untuk berkeliling menjual sate, meski harus menghadapi panas terik dan derasnya hujan. Kendaraan itu pun seringkali menjadi sumber masalah, karena kerap mogok di tengah jalan.

“Kendala saya dalam berusaha menjual sate ini hanya sepeda motor saya sering mogok, sehingga waktu saya selalu habis untuk memperbaiki dan membuat saya terlambat berjualan, hingga terkadang jualan saya tidak habis laku terjual,” ungkap Afrizal dengan nada suara yang terdengar menyayat hati. Senin (13/7/2026).

Harapan Tulus untuk Kebaikan
Meskipun menghadapi segala kesulitan, Afrizal tetap memegang teguh prinsip hidupnya. Ia berharap ada perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Daerah maupun masyarakat luas untuk dapat meringankan beban yang ia pikul selama ini.

“Saya berharap yang baik kepada pemerintah maupun masyarakat dapat membantu saya, kiranya memberikan rezeki kepada saya sekeluarga. Jika ada kemudahan, saya juga berterima kasih jika dapat dikirimkan bantuan melalui nomor rekening yang ada,” ucapnya dengan harapan yang tulus.

Afrizal berharap, dengan adanya bantuan atau dukungan, ia dapat memperbaiki kendaraannya agar bisa bekerja lebih lancar, sehingga ia dapat lebih maksimal dalam mencari nafkah demi kesehatan istri dan masa depan anaknya. Perjuangan seorang ayah dan suami yang tak kenal lelah ini menjadi bukti bahwa di balik setiap kesulitan, masih ada harapan yang bisa tumbuh jika ada kepedulian dari sesama.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *