BANDA ACEH, Cakrawarta — Menjalani perkuliahan di dua perguruan tinggi dengan bidang ilmu yang berbeda sekaligus bukan hal mudah. Namun bagi Ari Maulana, justru pertemuan dua dunia itulah yang memperkaya cara berpikirnya. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini berbagi perjalanan hidupnya dalam program Gen Zone Radio Assalam 107,9 FM, Sabtu (3/10/2026).
Siaran yang juga disiarkan melalui laman web dan kanal YouTube Radio Assalam Banda Aceh ini mengangkat tema “Muda, Berkarya dan Berdampak”, dipandu oleh Nayyah. Ari menceritakan bagaimana ia menyeimbangkan kedalaman ilmu hukum dengan keleluasaan dunia komunikasi.
“Di bidang hukum saya belajar aturan, hak, kewajiban, bagaimana sesuatu diatur. Di komunikasi saya belajar menyampaikan gagasan, membangun hubungan, berbicara di depan orang. Dua hal ini saling melengkapi, bukan dipisahkan,” ujar Ari.
Selain kesibukan akademik, Ari aktif di kegiatan sosial, kerelawanan, dan pernah menjadi pemandu wisata menyambut tamu dari berbagai negara. Tiga tahun berturut-turut ia dipercaya sebagai Liaison Officer dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, sekaligus menjabat Wakil III Cut Abang Duta Wisata Kota Sabang 2025. Pengalaman KKN selama satu bulan di Gampong Cut Langien, Pidie Jaya, turut mengukuhkan pemahamannya bahwa ilmu harus diwujudkan dalam pengabdian.
Kepada para pendengar, Ari mengingatkan agar masa kuliah tidak hanya diisi mengejar nilai di atas kertas. “Anak muda harus haus pengalaman. Dunia kerja nanti tidak hanya menanyakan apa yang dipelajari, tetapi apa yang mampu kita lakukan,” pesannya.
Ia juga mengajak generasi muda tidak terpaku mengikuti jejak orang lain. “Produktiflah di bidang yang dikuasai. Tidak harus menjadi orang lain untuk terlihat hebat. Setiap orang punya jalurnya masing-masing,” tuturnya.
Di penghujung perbincangan, Ari menyampaikan pesan yang menyentuh: seseorang tidak bisa memilih dari keluarga mana ia lahir, tetapi sepenuhnya berhak menentukan siapa dirinya di masa depan.
“Masa muda hanya sekali. Hiduplah dengan berarti dan jadilah seseorang yang memberi manfaat,” ungkapnya.
Siaran berlangsung hangat dan penuh semangat, menjadi pengingat bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar, berkarya, dan memberi dampak nyata bagi sekitar.|red|


