Daerah  

Kembali Dipercaya Kemenkeu, Poltas Tampung 86 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Kelapa Sawit

ACEH SELATAN, Cakrawarta – Politeknik Aceh Selatan (Poltas) kembali mendapat kepercayaan tinggi dari pemerintah pusat. Melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, kampus ini ditunjuk menerima 86 mahasiswa penerima beasiswa BPDP SDM Kelapa Sawit tahun 2026.

Secara keseluruhan, Kementerian Keuangan menempatkan 500 mahasiswa penerima beasiswa BPDP dari berbagai pelosok Indonesia ke enam perguruan tinggi di Aceh. Selain Poltas, perguruan tinggi lainnya yang turut menerima mahasiswa tersebut meliputi Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven), Politeknik Kutaraja, Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta Universitas Teuku Umar.

Direktur Poltas, Nuzuli Fitriadi, S.T., M.T., membenarkan penempatan tersebut. Ia menyambut langsung kedatangan para mahasiswa yang tiba di kampus pada Sabtu pagi (3/10/2026).

“Pagi tadi, sebanyak 86 mahasiswa baru dari berbagai provinsi di Indonesia tiba di Kampus Poltas Aceh Selatan. Mereka disambut penuh kekeluargaan dan kasih sayang oleh para dosen,” ujar Nuzuli kepada media INFORakyat.Co.

Para mahasiswa ini terdiri dari 46 laki-laki dan 40 perempuan, yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, serta Aceh Tamiang dan Pidie.

Sebelumnya, seluruh 500 mahasiswa beasiswa BPDP telah mengikuti pembinaan selama lima hari, mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026, dalam kegiatan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Perkebunan (Bintalfisdisbun) di lingkungan Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM), Mata Ie, Aceh Besar.

Setelah pembinaan, rombongan mahasiswa menuju Tapaktuan menggunakan sembilan unit mobil Toyota Hiace dan tiba dengan selamat sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka kemudian langsung diantar ke asrama masing-masing: mahasiswa putri ditempatkan di Asrama Panorama, Jalan Ahmad Yani, sementara mahasiswa putra di Asrama Putrou Bungsu, Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan. Kedua lokasi berjarak dekat dari lingkungan kampus.

Nuzuli menegaskan, seluruh mahasiswa akan diperlakukan sama tanpa membedakan asal daerah.

“Kami akan mendidik, menjaga, dan membina mereka seperti saudara sendiri — budaya itulah yang melekat kuat di Aceh Selatan. Kepercayaan ini harus kami jaga dan rawat sebaik mungkin,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada yayasan, pimpinan daerah, serta seluruh jajaran dosen dan staf yang telah berperan mewujudkan kepercayaan tersebut.

“Selamat datang di Poltas Tapaktuan, Aceh Selatan. Tuntutlah ilmu dengan gigih, kelak kalian akan menjadi generasi yang terampil dan mandiri,” pungkas Nuzuli.|red|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *